“Hentikan MBG, Jangan Korbankan Anak Kami”
Begitulah jeritan orang tua korban keracunan massal MBG di Sidoarjo, Jawa Timur.
Kasus keracunan akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 1 September 2026.
Sebanyak 592 santri Manbaul Hikam harus mendapat penanganan medis akibat MBG yang mereka konsumsi.
Pantauan Jawa Pos di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo kemarin siang (2/9), puluhan santri Manbaul Hikam masih berdatangan. Mereka tiba secara bergelombang dalam rentang sekitar 40 menit.
Staf Humas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan, pasien tambahan masuk mulai pukul 10.50 hingga 11.30 WIB. Dua hingga tiga di antaranya harus dibawa menggunakan kursi roda dan bed trolley.
Keluhan mereka relatif sama dengan pasien sebelumnya. Sebagian mengalami diare dan dehidrasi sehingga harus menjalani pemeriksaan dan observasi di rumah sakit.
Gejala Muncul Dua Jam Setelah Makan
Hasan, salah seorang santri Manbaul Hikam, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Menurut dia, makanan MBG tiba di pondok sekitar pukul 11.30 WIB. Para santri kemudian menyantapnya sekitar pukul 13.00.
Sekitar pukul 15.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit perut. ’’Ada yang sakit perut. Terus saya ajak ke Poskestren. Tiba-tiba banyak yang sakit dan gejalanya sama,’’ katanya.
Santri lainnya, Reza, mengatakan menu yang diterimanya terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, sayuran berkuah, dan apel. Saat menyantap makanan tersebut, Reza mengaku tidak mencium bau atau merasakan sesuatu yang aneh. Namun, dia mendapat informasi dari temannya bahwa terdapat ulat pada telur.
’’Dugaan saya sih di apel karena ada cokelat-cokelatnya. Kalau menu yang saya makan nggak ada yang aneh. Tapi, menu teman saya itu ada ulatnya di telur,’’ ungkapnya.
Minta MBG Dihentikan
Sejumlah orang tua korban meminta program MBG dihentikan. Salah satunya Sulastri, ibu Reza. Dia meminta program tersebut tidak dilanjutkan sebelum ada jaminan keamanan makanan.
’’Anak-anak ini penerus bangsa. Tolong jangan korbankan anak kami. Kalau bisa, MBG ditutup,’’ ungkapnya.
Sumber: Jawa Pos








terwo si af dran-drun cs nunggu keluarganya ada yg keracunan baru dia ngikut yg anti MBG 🤣🤣
di koran Jawa Pos edisi yg sama, tepatnya di galaman 7, ada berita KDMP di Tuban mulai bertumbangan. bahkan ada yg cuma buka sekitar 3 bulan terus tutup
sudah trbukti beracun tpi masih sj dibilanv bergizi,goblog brjamaah emang ssah diobati
Sungguh nyata babi itu hama yg merugikan semua orang sangat sangat nyata jahatnya meracuni siswa seluruh negri tak tak sedikitpun goyah mau berhenti sampai kapan keracunan ini berakhir
@Anonim TerWo (Akal Nol, Otak miNim, Ternak GendruWO Wowo): “Yang gak suka MBG pasti semua kadrun itu. Aparat harus investasi kadrun² itu. Mereka sudah membuat fitnah, hoax setiap hari ttg MBG ‼️
Netizen cerdas: “woi Anonim ODGJ…lu kalau belum sembuh jangan cepat minta keluar dari RSJ‼️Cepetan lu berobat lagi sana‼️‼️
Ngoahahaha…🤣😝😂😜
Kalau si bebal ga peduli dan terus dilanjut berarti misinya genosida kaya zionis