Keracunan MBG sepekan ini

Keracunan MBG sepekan ini:

  • Sidoarjo, Jawa Timur, 592 santri
  • Nganjuk, Jawa Timur 47 Siswa
  • Agam, Sumatera Barat 237 Siswa
  • Solo, Jawa Tengah, 175 sisw
  • Lasem, Rembang 777 siswa

Maaf nak, kalian cuma angka. 🥲. Kayaknya gak berharga banget ya.

Gelombang dugaan kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang dilaporkan terjadi secara beruntun di berbagai wilayah Indonesia selama pekan pertama September 2026.

Berdasarkan pembaruan data dan hasil investigasi medis di lapangan per 3 September 2026, berikut adalah rincian fakta dari wilayah-wilayah yang Anda sebutkan:

1. Sidoarjo, Jawa Timur

  • Kondisi Terbaru: Total korban yang terdata dilarikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan mencapai 566 hingga 668 orang, terdiri dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta murid dari 19 sekolah terdampak.
  • Pemicu & Tindakan: Makanan disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyebutkan adanya indikasi kelalaian, dan komisi X DPR mendesak evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP).

2. Nganjuk, Jawa Timur

  • Kondisi Terbaru: Sebanyak 49 siswa SMAN 3 Nganjuk dilarikan ke IGD RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan Puskesmas Begadung.
  • Gejala: Seluruh siswa yang mendapat perawatan medis dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan lemas setelah mengonsumsi menu MBG. [1]

3. Agam, Sumatera Barat

  • Kondisi Terbaru: Angka korban melonjak dari laporan awal. Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat total 276 hingga 388 orang terdampak di Kecamatan Palupuh. Korban didominasi oleh 364 pelajar (jenjang TK, SD, SMP) serta puluhan guru dan balita.
  • Tindakan: Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memerintahkan penutupan sementara dapur penyedia SPPG setempat karena minimnya koordinasi dan standar sanitasi. Sampel makanan berupa lauk kuah gulai dan telur puyuh telah dikirim ke BPOM Padang.

4. Lasem, Rembang, Jawa Tengah

  • Kondisi Terbaru: Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem (total sekitar 777 warga sekolah) mengalami diare massal, muntah, dan pusing. Kondisi ini sempat membuat toilet sekolah penuh sesak hingga pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh murid lebih awal.
  • Pemicu: Korban mulai bertumbangan setelah mengonsumsi menu ayam bakar, mendoan, lalapan, dan semangka potong yang didistribusikan oleh SPPG Soditan. Pihak sekolah sempat mendeteksi adanya porsi makanan yang berlendir saat proses uji cicip pangan. SPPG Soditan telah meminta maaf secara terbuka dan menyatakan bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan korban.

5. Solo (Surakarta), Jawa Tengah

  • Kondisi Terbaru: Tercatat 175 siswa SMAN 6 Surakarta (sekolah almamater Presiden Jokowi) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan massal.
  • Tindakan: Operasional dapur umum yang memasok menu MBG ke sekolah tersebut langsung dijatuhi sanksi skorsing (suspend) sementara oleh otoritas setempat. Dinas Kesehatan Kota Surakarta bersama Satreskrim Polresta Surakarta telah menyita sampel sisa lauk-pauk katering untuk diuji di laboratorium mikrobiologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Coba kalo yg keracunan masyarakat yg sedang pesta atau melakukan kenduri, pihak cateringnya lgs dimintai pertanggung-jawaban, ditangkep, dipenjara … kalo MBG? SPPGnya cuma suspend 30 hari, tunjangan harian ttp jalan, hbs itu bisa operasi lg, kepala sppg nggak diapa2in, apalagi kalo sppgnya milik wercok atau parjo … mmg negeri bedebah dan bangsad!

  2. Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI: “Alaahhh yg keracunan dibandingkan dg yg gak keracunan perbandingannya 0,0000001%‼️
    Selebihnya SANGAT MENYUKAI, MENIKMATI adanya MBG. Mau kami tunjukkan buktinya…❓️tuh para pembina kami baik dari Parcok maupun dari Parjo, Parpol beserta konglomerat lainnya nggak ribut kok. Mereka malah sangat bersyukur dg adanya program MBG ini. Yang gak suka kan cuma Kadrun‼️