

Pengusaha Sound Horeg Blitar: Fatwa MUI Bukan Produk Hukum, Tak Wajib Dipatuhi
Pengusaha jasa sewa perangkat pengeras suara atau sound system yang dikenal dengan sebutan sound horeg menilai fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tidak wajib dipatuhi masyarakat.
“Fatwa MUI itu kan pendapat ulama, bukan produk hukum positif. Tidak ada kewajiban bagi warga negara Indonesia untuk mematuhinya,” ujar salah satu juru bicara pengusaha sound horeg Blitar, Haryono, kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2026) malam.
“Indonesia majemuk, tidak bisa diatur ormas tertentu. Bagi yang mau ikut (fatwa) monggo, baik saja. Tidak juga tidak apa-apa, tidak ada sanksi hukumnya,” tambah Haryono yang juga berprofesi sebagai pengacara.
APA YANG DISAMPAIKAN TERSEBUT SECARA TATA NEGARA MEMANG BENAR.
MAKANYA MUI JATIM SUDAH MEMINTA AGAR PEMERINTAH (PEMPROV JATIM) UNTUK MELARANG SOUND HOREG.
KARENA YANG BERWENANG MELARANG MEMANG PEMERINTAH.
KUNCINYA ADA DI PEMERINTAH.
“Selama GERINDRA dan Khofifah Indar Parawangsa (Gubernur Jatim) mengizinkan Sound Horeg, maka Sound Horeg tetap exis di Jawa Timur, walaupun 100 fatwa MUI mengharamkan,” ujar ustadz Muhtasib.
SEMUANYA TERGANTUNG DARI PEMERINTAH. PUSAT MAUPUN PROVINSI.
KHOFIFAH DIUSUNG OLEH KOALISI BESAR YANG DIPIMPIN GERINDRA.
DAN SAYANGNYA PEMERINTAH HINGGA SAAT INI “CUMA” BISA MENGHIMBAU…..








jangankan dilarang, aturan pawai horeg maksimal 85db aja entah ditaati apa engga
Dan selama rakyatnya bodoh dan miskin seperti af dan aris maka son horeg tetap eksis
percaya tidak percaya..ini politis. Indonesia itu mayoritas tolol, makanya suka sound horeg. Dan politisi yang difikirkan maslahat dan mudlorotya, tapi suara.
pngusaha sound horg ttisan dajjal jd gak peduli fatwa ulama
Gerindra sedang berhitung: jika sonhoreg dilarang pemilu nanti bisa kurang menguntungkan bagi partainya
memang wilayah tsb yg markas NU identik dengan SDM minus. horeg, miras, pesilat rusuh, Gus kibul, kuburriyun akut, bebal, fanatik kyai
Indonesi kan negara “demon_crazy” pancasila.. walau sila prtamanya ttg tuhan.. fatwa ulama ga langsung ngefek..!!
brgantung siapa pmimpin yg dipilih rakyatnya.. klo agamis kmungkinan akan ngefek.. lain lg klo nasionalis.. ato “is” “is” lainnya..!!
klo dah gini kan jd rindu “Piagam Jakarta”..!!
Hancurnya NKRI selama 80 tahun karena dipimpin oleh daerah mereka-mereka juga yang merasa Paling Pantas jadi Presiden
percis kyk rokok mau 1000 ulama berfatwa haram pasti pelakunya bakal berdalih dan ngeles kesana kemari, penyuka horeg perokok dan penjudi susah dinasehati
kalau fatwa tentang pengendalian iklim gimana tuh? misalnya kurangi polusi dari ranmor, bisa ga ya? 😂
atau fatwa haram tentang buang sampah sembarangan! kalau dinasehati, pelakunya juga suka ngeles kesana kemari tuh! 🤣
biasanya yg suka buang sampah sembarangan itu perokok sudah ngeyel dinasehati puntung rokoknya dibuang gitu aja, klop sudah itu pasti rata2 perokok
yakin ga pernah nyampah? cuma perokok yang suka nyampah? 🤣
Masyarakat sana harus berontak membakari dan menghajar alat² sound horeg dan orang²nya ini…Kalau pasrah, ya, sudah…
Warga didominasi kelakuan bar bar prindapan fatwa MUI dianggap kentut.
SOUND HOREG > PRODUK PROMITIF PRINDAPAN > YG SUKA SEKELAS PRINDAPAN
AMBYAAAARRRR