Kadang saya tertawa sendiri ketika ada orang menyamakan APBN dengan Baitul Maal

✍🏻Dr Al-Habib Ali Baqir al-Saqqaf Lc. MA. PhD

Kadang saya tertawa sendiri ketika ada orang menyamakan APBN dengan Baitul Maal karena Baitul Maal istilah Islam untuk negara yang berlandaskan hukum Islam maka keduanya mempunyai lawazim yang sangat berbeda.

Adapun masalah sapi dari dana APBN itu tidak perlu disahkan atau tidak karena:

1. Yang melakukannya tidak melihat dari aspek ini sah atau tidak tapi dari aspek ini legal atau illegal.

2. Anggap saja tidak sah sebagai sapi Qurban secara khusus maka masih bisa dialokasikan sebagai sodaqoh secara umum.

    Saya itu merasa ketika ada seorang pejabat yang membuat sebuah keputusan secara politik tanpa melihat dasar agama atas keputusan tersebut pasti ada beberapa tokoh agama “mencarikan dalil kebenaran” keputusan tersebut secara islami.

    Tidak perduli hal itu benar atau salah secara agama.

    Bedakan antara mencari solusi secara islami & membenarkan realiti.

    Yang pertama tugas ulama & yg kedua tugas ahli politik.

    Wallahu A’lam.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    3 komentar

      1. Yg jadi masalah pembenaran kata “kurban” yg sumbernya dari APBN. Sebaiknya pake kata sumbangan saja karena sumber APBN itu bukan hanya kontribusi/pajak dari umat Islam saja. Semoga bisa dipahami. Sementara dalam hal diatas kurban tersebut terkait dengan ibadah umat Islam.