✍️Erizeli Jely Bandaro
Apabila seorang Gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri di tengah tantangan ekonomi yang kompleks, publik tentu akan bertanya-tanya.
Bagi saya itu tidak penting.
Yang lebih penting justru adalah substansinya. BI berdarah-darah menahan kejatuhan Rupiah sementara pemerintah tetap tidak bisa disiplin fiskal (boros dengan program MBG Kopdes dll). Akibatnya upaya BI seperti menggarami air laut. Sia sia.
Dalam situasi ini bisa saja pejabat sekelas Perry memilih mundur.
Apalagi kondisi ekonomi sudah cenderung fiskal dominan.
Dominasi fiskal (fiscal dominance) adalah kondisi ketika utang dan defisit anggaran pemerintah yang terlalu tinggi membuat bank sentral kehilangan independensinya dan terpaksa mencetak uang atau menurunkan suku bunga demi membiayai kebutuhan negara.







