Petarung MMA Irlandia kibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Free Palestine” setelah mengalahkan petarung Israel

🇮🇪Petarung MMA Irlandia, Paddy McCorry, mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Bebaskan Palestina” setelah mengalahkan petarung Israel, Shuki Farage, dengan keputusan bulat di Cage Warriors 189 di Roma.

Pertandingan kelas menengah (middleweight) ini menarik perhatian global karena ketegangan geopolitik yang dibawa langsung ke dalam ring.

Detail Pertandingan dan Statistik

McCorry mendominasi pertarungan sepanjang tiga ronde penuh melawan Farage. Hasil akhir diputuskan melalui kemenangan mutlak (unanimous decision) oleh para juri.

PetarungAsalRekor Pasca LagaSkor Juri
Paddy McCorryWest Belfast, Irlandia6-1-030-27, 30-27, 30-26
Shuki FarageRamla, Israel2-2-0Kalah

Momen Kunci di Dalam Cage

  • Aksi Selama Laga: Saat posisi dominan di matras dan melayangkan serangan elbow, McCorry terekam meneriakkan kalimat “Free Palestine” langsung ke arah lawannya.
  • Selebrasi Kemenangan: Begitu lengannya diangkat sebagai pemenang, petarung berusia 27 tahun ini langsung membentangkan bendera Palestina di atas pundaknya dan kembali meneriakkan slogan solidaritas tersebut.
  • Narasi “Street Justice”: Pasca-laga, McCorry mengunggah cuplikan serangannya di media sosial dengan takarir “Street justice” (keadilan jalanan) yang disertai emoji bendera Irlandia dan Palestina.

Mengapa Laga Ini Viral?

Ketegangan laga ini meluas melampaui aspek olahraga karena latar belakang kedua petarung:

  1. Profil Lawan: Shuki Farage diidentifikasi sebagai mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang dilaporkan pernah mengunggah dokumentasi tugas militernya.
  2. Solidaritas Irlandia: Tindakan McCorry mencerminkan sikap politik masyarakat dan Pemerintah Irlandia yang secara historis sangat vokal mendukung hak-hak warga Palestina serta kritis terhadap aksi militer Israel di Gaza.
  3. Debat Ekspresi Politik: Insiden yang disiarkan via UFC Fight Pass ini memicu perdebatan sengit. Sebagian penonton memujinya karena menggunakan panggung olahraga untuk menyuarakan kemanusiaan. Sebaliknya, pendukung Israel tidak terima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *