Sophie Bathsheba Thatcher adalah seorang aktris asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai salah satu talenta muda paling magnetis di Hollywood saat ini. Namanya melambung setelah memerankan karakter Natalie remaja dalam serial drama psikologis populer Yellowjackets. Berkat dominasinya dalam berbagai film horor dan thriller, ia sering dijuluki oleh para penggemar sebagai salah satu “Scream Queen” (Ratu Teriakan) modern.
Bintang film Yellowjackets dan Heretic, Sophie Thatcher, berbicara terbuka tentang keputusannya untuk menggunakan platformnya untuk menyuarakan penentangan terhadap krisis kemanusiaan dan kekerasan yang sedang berlangsung di Gaza, menyatakan bahwa hak asasi manusia memiliki prioritas mutlak di atas citra industri atau risiko profesional.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Variety, Thatcher merenungkan gelembung politik yang sering mengelilingi aktor muda di Hollywood—dan mengapa ia secara aktif memilih untuk keluar dari gelembung tersebut.
“Sangat mudah untuk terjebak dalam gelembung ketika Anda seorang aktor dan menjalani dunia ini, dan saya tidak pernah ingin jatuh ke dalam perangkap itu,” kata Thatcher. “Saya mencoba untuk tetap selaras dan menggunakan platform saya, karena, Anda tahu, karier saya tidak penting. Sekarang saya benar-benar memiliki pengikut, saya lebih suka menyebarkan informasi tentang apa yang terjadi di dunia daripada diam.”
Komentar Thatcher muncul pada saat advokasi politik di Hollywood masih berada di bawah pengawasan ketat. Meskipun beberapa tokoh terkenal menghadapi penolakan dari industri atau kehilangan representasi karena pernyataan publik mereka mengenai konflik tersebut, aktris ini bergabung dengan kelompok bintang muda yang terus menggunakan media sosial dan penampilan publik untuk mengadvokasi gencatan senjata dan hak asasi manusia Palestina 🇵🇸
Bagi Thatcher, yang pertama kali mendapatkan pengakuan luas karena memerankan Natalie Scatorccio muda dalam drama hit Showtime, Yellowjackets, tetap bersuara bukanlah langkah karier yang diperhitungkan, melainkan tanggung jawab moral dasar. Ia sering membagikan sumber daya, laporan hak asasi manusia, dan tautan bantuan bersama melalui saluran media sosialnya.
Selain aktivisme seputar Palestina, Thatcher secara konsisten menyelaraskan dirinya dengan isu-isu progresif, termasuk berpartisipasi dalam kampanye menentang penahanan ICE.
Seiring proyek film dan musiknya terus membawanya pada pengakuan internasional yang lebih luas, Thatcher tetap teguh: menggunakan platform untuk menyoroti penderitaan global jauh lebih penting daripada mempertahankan citra Hollywood yang sempurna.
Sumber: Royanews







bravo 👍👍