Petugas Sensus: (Tersenyum ramah, merapikan jilbabnya sambil memegang tablet pendataan) “Selamat siang, Ibu. Kami dari Badan Pusat Statistik, sedang mendata Sensus Ekonomi untuk memetakan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Bisa minta waktunya sebentar untuk wawancara, Bu?”
Guru Honorer: (Tersenyum getir, baru saja pulang mengajar sambil menenteng tas kain lusuh) “Oh, silakan, Mbak. Mari duduk di teras. Mau tanya tentang ekonomi yang mana ya? Ekonomi makro negara, atau ekonomi mikro dompet saya yang 3 bulan sekali gajian?”
Petugas Sensus: (Agak canggung) “Anu, Ibu… Ini terkait pendapatan tetap dan rata-rata pengeluaran bulanan. Kalau boleh tahu, profesi utama Ibu saat ini apa?”
Guru Honorer: “Saya mencerdaskan kehidupan bangsa, Mbak. Guru honorer di SD depan itu. Sudah jalan 10 tahun dan masih bertahan .”
Petugas Sensus: (Mulai mengetik di layar) “Wah, mulia sekali, Ibu. Pengabdian untuk masa depan. Lalu, untuk pendapatan rata-rata per bulan dari profesi tersebut, di angka berapa ya, Bu? Biar saya masukkan ke kategori kelas pendapatan.”
Guru Honorer: “Tiga ratus ribu rupiah, Mbak. Pas, tidak kurang, tapi seringnya habis di minggu pertama.”
Petugas Sensus: (Jarinya terhenti di atas layar, menatap heran) “Maaf, Ibu… Tiga ratus ribu itu maksudnya per minggu? Atau uang tunjangan harian?”
Guru Honorer: (Tertawa renyah, tapi matanya nanar) “Per bulan, Mbak. Tiga. Ratus. Ribu. Dibayarnya kadang tiga bulan sekali kalau dana BOS sudah cair. Jadi kalau Mbak tanya bagaimana pengeluaran bulanan saya untuk gizi dan kebutuhan pokok… jawabannya adalah: saya bertahan hidup dengan ilmu ikhlas dan gali lubang tutup lubang.”
Petugas Sensus: (Bingung melihat sistem di tabletnya) “Tapi Ibu… berdasarkan standar garis kemiskinan dan formula hitung ekonomi terbaru yang kami pakai, angka segitu… bagaimana bisa Ibu mencukupi kebutuhan sebulan?”
Guru Honorer: “Nah, itulah ironisnya, Mbak. Di kelas, setiap pagi saya mengajarkan anak-anak bab Matematika tentang cara menghitung uang. Saya menyuruh mereka bermimpi setinggi langit agar jadi orang sukses. Tapi begitu pulang ke rumah, saya sendiri gagal membagi uang 300 ribu untuk bayar listrik, beli beras, dan bensin motor. Mbak ke sini datang sebagai sesama perempuan untuk mendata pertumbuhan ekonomi, kan? Tolong catat di laporan akhir: Ekonomi negara mungkin dilaporkan meroket di atas kertas, tapi dompet guru yang melahirkan para pejabat itu anggarannya bahkan tidak cukup untuk beli susu anak.”
Petugas Sensus: (Perlahan menurunkan tabletnya, matanya berkaca-kaca kehilangan kata-kata) “Baik, Ibu… Terima kasih banyak untuk datanya…”
Guru Honorer: “Sama-sama, Mbak. Jangan lupa, besok kalau anak-anak kita sekolah, yang mengajari mereka mengeja huruf adalah orang-orang yang gajinya cuma cukup buat beli beras beberapa liter sebulan.”
(By: Ibu Guru Tarismah)







Anonim (Akal Nol, Otak miNim) alias si Judi Belingham dan si KESOT Enzot SUPER DUPER GUOBLOKKKK…Gerombolan ANJING PENJILAT BabRun alias Babi guRun TerMul dan TerWo: “alaaaahhhh ini cerita khayalan kadrun aja. Buktinya tuh survey mengatakan kalau 99% penduduk negeri ini bahagia. BBM gak ada kenaikan, harga-harga masih bisa dijangkau masyarakat. Kami aja yang PENGANGGURAN merasa happy aja kok. Ngutang sembako masih bisa, rokok bisa minta teman, wifi ikut tetangga. Perasaan hidup kami gak ada susahnya kok! Kadrun memang belagak susah terus sih…
Netizen cerdas: Dasar TerMul dan TerWo SAKIT JIWA semua!!!!😂🤣
Sungguh miris seharusmya guri yg diutamakan gajinya bukan para babi babi rakus yg tak berguna yg slalu merugikan
kadrun… kadrun…… gimana bisa bahagia kalau ga pernah bersyukur, dosa tau ga
NAMPOL BANGET.. NYESEK BANGET IKUT PRIHATIN.. 😣😔😢😭
TAMPARAN BUAT REZIM PENGUASA!!!☝️☝️
ENTAH INI HANYA CERITA ATO BAHKAN TDK MNUTUP KMUNGKINAN DIANGKAT DARI KISAH & FAKTA NYATA..
BTW.. WAHAI YG KATANYA WAKIL² RAKYAT YANG DUDUK DI SINGGASANA KEKUASAAN & JABATAN!! TAKUTLAH AKAN BEBAN AMANAH YANG KAU PIKUL!!!
JIKA TDK BISA MENGELOLA AMANAH DGN BENAR & MASIH BANYAK RAKYAT YANG HIDUP KELAPARAN HINGGA TERJADI KEMATIAN, MAKA TAKUTLAH AKAN DOA² ORANG YANG TERZHALIMI ITU MAKBUL UTK SEGERA DIIJABAH!!!
TAKUTLAH AKAN MAHKAMAH PENGADILAN ALLAH!!! ☝️☝️☝️