FOTO PALSU DIPONEGORO

Kiriman dari Romo RM. Suryo Putro, sesepuh PATRAPADI (Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro), pernyataan resmi Patrapadi tentang beredar dan viralnya suatu gambar yang diklaim sebagai foto penangkapan Sang Pangeran.

Kamera foto masuk Hindia Belanda (Nusantara) tahun 1840-an
Jaman Diponegoro ditangkap (1830) belum ada kamera

Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro

SURAT PERNYATAAN TENTANG FOTO PENANGKAPAN BENDORO PANGERAN NARYO DIPONEGORO

Bismillahirrahmanirrahim

Mencermati dengan seksama adanya peredaran foto di berbagai platform media sosial, yang dideskripsikan sebagai foto penangkapan Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pemerintah Kolonial Belanda mengijinkan teknologi fotografi masuk ke Hindia Belanda (Nusantara/Indonesia) pada Tahun 1840.

2. Penangkapan BPH Diponegoro, terjadi pada Tanggal 28 Maret 1830 di Karesidenan Kedu, Magelang, Jawa Tengah.

3. Menurut cerita tutur Trah Diponegoro: ketika Belanda menangkap BPH Diponegoro, sempat terjadi keributan. Beliau sendiri kaget dan marah atas terjadinya pengkhianatan perundingan oleh Belanda.

4. Rasa marah BPH Diponegoro, diekspresikan melalui cengkeraman tangan yang membekas pada kursi yang didudukinya. Sementara itu, melihat pimpinannya ditangkap, beberapa Basah (panglima perang) dan pengikut BPH Diponegoro meresponnya dengan mencabut keris dari warangkanya. Bukti kursi dengan bekas cengkeraman tangan BPH Diponegoro, dapat disaksikan di Museum Kamar Pengabdian Pangeran Diponegoro, eks Kantor Karesidenan Kedu, Magelang, Jawa Tengah.

5. Dalam foto palsu penangkapan BPH Diponegoro, terdapat beberapa kejanggalan, diantaranya:

  • Tidak terlihatnya figur Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock. Sebagai Komandan Tertinggi Tentara Kerajaan Belanda untuk Hindia Belanda, yang sekaligus sebagai inisiator penangkapan BPH Diponegoro, akan menjadi sebuah keanehan atas tidak hadirnya de Kock dalam foto.
  • Ekspresl BPH Diponegoro mengesankan seorang tawanan yang putus asa, duduk dengan posisi sopan, serta seolah-olah lebih rendah dl hadapan para perwira Belanda. Hal ini berheda dengan adanya buktl yang menunjukkan kemarahan bellau, yakni adanya bekas cengkeraman tangan dl kursi.

Menunjuk hal-hal tersebut di atas, Petra Padl menyatakan bahwa: Foto penangkapan BPH Diponegoro yang saat ini sedang beredar luas dl media sosial, patut diduga kuat merupakan basil rekayasa yang melibatkan teknologi artificial intelligence (AI).

Makassar, 27 Juli 2026

RM. Saiful Achmad Diponegoro
Ketua Umum

R. Pandu Setyawan
Sekretaris Umum

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *