IRONIS

Mereka selamat, tidak tertimpa reruntuhan, tapi mereka justru meninggal di pengungsian. Ironisnya, mereka lebih banyak ketimbang korban langsung dari gempa itu sendiri.

Di antara mereka adalah lansia, yang memang secara fisik rentan, ditambah dengan kesulitan hidup di tenda dan kekurangan akses terhadap kebutuhan pokok. Mereka meninggal setelah selamat dari gempa.

Dari total 142 korban jiwa akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 94 orang atau sekitar dua pertiganya meninggal dunia saat berada di pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci data dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores sejak 15 Agustus 2026 sebagai berikut:

Rincian Korban Jiwa:

  • 94 orang meninggal dunia secara tidak langsung saat berada di tenda atau lokasi pengungsian.
  • 48 orang meninggal dunia secara langsung akibat guncangan gempa.
  • Jumlah meninggal = 142 orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo komen: “Ya namanya juga mati, gak mengenal waktu dan tempat. Dimanapun bisa terjadi. Lagian orang mati kok kadrun malah menyalahkan junjungan sekaligus sesembahan kami sih⁉️ Yang cabut nyawanya kan bukan junjungan kami⁉️ Lagian nanti mereka yang mati itu akan diurus juga kok oleh junjungan kami saat dia juga mati. Kan junjungan kami sudah pernah bilang dan memastikan kalau kelak dia mati, dia akan memantau Indonesia dari alam kubur, masih lupa ya kalian⁉️
    Ah dasar kadrun…‼️

    Netizen Cerdas:
    ■ Maha GUOBLOKKKK gerombolan TerMul dan TerWo BabRun dengan segala komennya‼️
    ■ Kami berlindung dari godaan TerMul dan TerWo BabRun yang terGUOBLOK‼️

  2. ingat….jangan coba² ada yang berani mengurangi, mengorbankan & mengalokasikan seperakpun anggaran jumbo MBG ke BNPB kalau mau tak pecat via telpon….kata sikopat bebal gendruwo.