Habis Rismon, Muncullah Mercy

Rismon Sianipar menjilat ludah sendiri, Mercy Sihombing muncul dengan ludah baru. Apakah Mercy Sihombing akan menjilati ludah sendiri seperti halnya Rismon Sianipar? Kita lihat saja.

Kalau Rismon muncul dengan buku, “Gibran End Game: Wapres tak Punya Ijazah SMA”, sementara Mercy muncul pula dengan buku, “Gibran, Boneka Pinokio Jokowi”. Gaya betul ia menandingi Rismon.

Mengaku berlatar belakang seorang pendidik, Mercy kabarnya juga seorang pengacara, jurnalis, dan pernah jadi wartawan Kompas. Berarti, Rismon tak bisa berlagak sok pintar kepada Mercy.

Gugatan pada Mendikdasmen telah dimasukkan ke PTUN Jakarta. Mercy berharap Mendikdasmen mencabut Surat Keterangan Gibran sudah tamat selevel SMA itu. Surat Keterangan bukanlah ijazah.

Bagi Mercy Sihombing Surat Keterangan tamat selevel SMA yang diberikan kepada Gibran adalah preseden buruk bagi peserta didik lainnya, yang berusaha mengejar Paket C sesuai prosedur.

Gugatan Mercy Sihombing ini seperti kisah berulang. Sudah pernah selesai, bahkan bad ending, bukan happy ending, lalu diulang lagi dari awal. Jangan sampai nanti Mercy membungkuk-bungkuk pula pada Gibran seperti halnya Rismon.

Mercy Sihombing harus benar-benar yakin tak ada masalah pribadi dan keluarga, yang bisa diungkap kepermukaan, yang bisa membuat dirinya berubah 180 derajat. Kalau benar-benar tidak ada, lanjutlah.

Tapi, kalau ada, sebaiknya stop saja sampai di sini. Nanti membuat malu diri sendiri saja. Dunia kotor ini tak bisa dibersihkan oleh sapu yang kotor pula, seperti yang tercermin pada diri seorang Rismon. (ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Muak lah bunglon semua, ga dikenal ga jelas asal usul nya tiba² muncul perempuan dari daerah dg keyakinan yang sama dg si Rismon koar² pansos disebut kadrun, nanti setelah rame diundang si bocil diberi parcel trus tajir jadilah termul. 😂🤣