TERWO

Ketika IHSG rontok:
“Ini ulah asing. Mereka tidak ingin melihat Indonesia maju di bawah kepemimpinan Pak Prabowo.”

Ketika IHSG menguat:
“Sekarang kita bisa melihat program-program Pak Prabowo mulai membuahkan hasil.”

Ketika IHSG rontok lagi:
“Ini ulah MSCI. Mereka sengaja mempermainkan pasar saham Indonesia karena ingin mengatur Indonesia yang di bawah Pak Prabowo menolak didikte asing.”

Ketika IHSG menguat lagi:
“Kemampuan bapak mengatur strategi sangat brilian. Terbukti, beliau adalah orang yang paling ikhlas.”

Ketika IHSG kembali rontok:
“Ini ulah mafia yang waswas bisnis mereka sedang disikat Pak Prabowo. “

Ketika rupiah terpuruk:
“Soros. Ini ulah Soros.”

Ketika rupiah menguat dikit:
“Tim perekonomian Bapak sangat solid.”

Ketika rupiah terpuruk lagi:
“Dunia ini memang memusuhi Indonesia di bawah kepemimpinan Pak Prabowo. Mereka tahu, Pak Prabowo sedang membawa Indonesia menuju kejayaan.”

Ketika rupiah menguat lagi:
“Nah, kalian lihat sendiri. Begitu Pak Prabowo bergerak, rupiah langsung menguat. Beliau memang ahli strategi.”

Ketika rupiah kembali melemah:
“Tetangga kita, Singapur, dari dulu memang sangat ingin menjatuhkan kPak Prabowo karena mereka tahu Pak Prabowo sedang memerangi bisnis mereka di Indonesia.”

Gitu terus pokoknya.
Kalau jelek, semua ulah asing dan mafia.
Kalau bagus dikit, itu semua karena Prabowo.
Ya gimana lagi, namanya juga ternak.

~Wendra Setiawan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. wkwkwkwk…sungguh netizen yang cerdas bisa menyimpulkan, merangkum semua standar template dari gerombolan TerWo (plus TerMul)‼️
    Dan si SUPER DUPER GUOBLOK Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) BabRun, gerombolan Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI langsung ngumpet. Dia pun baca tulisan ini, tapi karena akalnya tak ada dan dia MUNAFIK, makanya dia tak berani komen atas kebenaran rangkuman itu. 🤣😝😂😜

  2. Gema Goeyardi punya satu klaim yang menurut gue paling kontroversial dan paling menarik dari seluruh analisisnya.

    Bukan soal rupiah.

    Bukan soal IHSG.

    Tapi soal satu pola yang dia temukan dan kalau benar ini mengerikan.

    Setiap kali Prabowo pergi ke Paris pasar Indonesia langsung dihajar.

    Bukan sekali.

    Bukan dua kali.

    Tiga kali berturut-turut dengan pola yang persis sama.

    23 Januari 2026 – Prabowo terbang ke Paris.

    IHSG langsung turun 17%.

    Rupiah yang sedang menguat tiba-tiba berbalik melemah di hari yang sama.

    14 April 2026 – Prabowo ke Paris lagi.

    IHSG jebol tepat di tanggal itu. Gema bahkan sudah memprediksi di videonya sebelumnya bahwa 15 April akan jadi turning point dan ternyata persis kena.

    29 Mei 2026 – Prabowo mengumumkan deal bisnis dari Paris senilai 3,5 miliar dolar. Ini seharusnya berita bagus. Tapi yang terjadi sebaliknya: IHSG dan rupiah langsung dihajar habis-habisan di hari pengumuman itu.

    Dan ini yang membuat Gema yakin ini bukan kebetulan:

    Ketika rupiah melemah dia melacak ke mana uangnya pergi.

    Indeks dolar Amerika DXY tidak bergerak. Artinya dolar global tidak menguat. Tapi rupiah tetap melemah drastis.

    Di saat yang sama dolar Singapura justru menguat terhadap dolar Amerika.

    Kesimpulan Gema:

    ada yang melakukan sell off besar-besaran di rupiah secara terkoordinasi dan uangnya dipindahkan ke Singapura. Bukan ke dolar. Ke Singapura. “Dari awal sudah kelihatan.

    Sell off rupiah. Orang pindah ke Singapura.

    Dan sekarang Singapura malah bikin berita sel Indonesia.”

    Dan ini kenapa Paris jadi triggernya menurut Gema:

    Deal dengan Prancis bukan sekadar beli pesawat Rafale. Di baliknya ada transfer teknologi Indonesia diajari cara membuat kapal selam sendiri di Surabaya.

    Senjata Prancis tidak ada klausul pembatasan penggunaan. Beda dengan senjata Amerika yang hanya boleh dipakai untuk pertahanan dan terikat berbagai syarat.

    Artinya: setiap kali Prabowo pulang dari Paris dengan deal Indonesia semakin dekat ke kemandirian alutsista. Dan itu tidak disukai oleh pihak-pihak yang selama ini ingin Indonesia bergantung pada mereka.

    “Anda pikir kita akan didiamkan begitu saja ketika kita mulai bisa bikin senjata sendiri?”

    Tiga kunjungan. Tiga kali pasar langsung jatuh. Pola yang sama persis setiap kali.

    Kebetulan atau terkoordinasi Gema menyerahkan jawabannya kepada kita.

    Yang dia yakin: ini bukan soal fundamental Indonesia yang buruk. Ini soal Indonesia yang berani mencoba mandiri dan sedang membayar harganya.

    1. @Un Nonim.. 3 kali kunjungan.. 3 kali pasar jatuh.. y ni pa’wowo dah balik Indonesi y.. lg ga ad kunjungan.. ap yg trjadi..
      pasar tetep jatuh..
      ☝🏻🤭