Siapa sih penjahatnya?

Siapa sih penjahatnya?

Kalian lihat foto ini baik-baik.

Ini adalah foto Rumah Sakit dr Sapir di Teheran, Iran.

Dan tahukah kalian, ini RS yahudi. Yes! Kamu tidak salah baca, RS yahudi. Adalah realitas, di Iran itu tidak kurang ada 20.000 yahudi, terutama di Teheran. Mereka baik-baik saja, mereka punya sekolah, RS, punya wakil di Parlemen, mereka sama-sama warga negara gitu loh.

Inilah sekelumit fakta yang kadang hilang dari cerita tentang Kerukunan Beragama di Timur Tengah. Kalau kalian baca versi-versi hari ini, bahkan kalau nanya AI sekalipun; kalian akan disumpali dengan narasi seolah-olah yahudi itu dibenci dimana-mana. Seolah-olah mereka tidak aman. Seolah-olah mereka akan dibunuh, diperkusi, dll. Cek saja, AI dengan semangat akan memutarbalik faktanya.

Nyatanya, bahkan di Iran sana, saat negaranya sibuk perang melawan zionis israel, ada loh yahudi di Teheran, dan mereka baik-baik saja. Sementara itu, coba kalian tengok kelakuan israel di Gaza, banyak sekali RS dihancur leburkan di sana. Termasuk RS Indonesia di Gaza.

Apakah menjadi yahudi itu aman? Yes!

Sangat jahat sekali jika ada yang bilang muslim akan membunuhi yahudi. Muslim benci dgn yahudi. Duh Rabbi, itu narasi jahat penuh kebencian. Kamu tahu tidak, bahkan istri Nabi Muhammad pun ada yang yahudi. Jika Iran itu musuh yahudi, kok bisa ada sekolah-sekolah Yahudi, RS yahudi di Teheran?

Kamu keliruuu sekali. Yahudi itu tidak perlu dijamin keamanannya, mereka aman-aman saja, dan bukti nyatanya di Teheran sana. Nah, repotnya, kamulah yang mabuk agama habis-habisan. Israel meluluhlantakkan Gaza, membunuhi pemimpin negara lain, semua demi zionisme, israel raya. Dan kamu dukung, sama-sama mabuk agama.

Ketahuilah, duluuu sebelum ada negara israel, di Palestina itu, penduduk muslim, kristen dan yahudi tinggal rukun berdampingan. Merekalah pewaris bangsa nabi-nabi. Kode genetiknya mengalir deras. Hingga suatu hari, yahudi keturunan zionisme datang menjajah–yang didukung habis-habisan justeru oleh kaum evangelis AS, pemilik 25% suara setiap pilpres di sana. Love sekebon dengan israel. Tidak peduli AS menghabiskan ribuan triliun demi zionis.

Dasar mabuk agama, di sini pun ada yg mabuk dukung zionis.

(Tere Liye)

https://www.nytimes.com/2014/02/10/world/middleeast/jewish-hospital-at-home-in-iran.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. dan pada dasarnya orang Palestina itu bukan Arab. iya memang mereka menggunakan bahasa Arab & menerapkan budaya Arab dalam keseharian, tapi scr genetik mereka adalah penduduk asli. jadi keliru sekali narasi yg mengatakan bahwa Palestina adalah orang² Arab pendatang dan Bani Israil zionis (yg sudah berabad-abad tinggal menyebar di eropa) hendak mengambil lagi tanah leluhurnya

  2. toleran memang org iran maklum iqnya tinggi di antara negara asia, persia memang ras pemikir dan penemu, coba bayangkan kalo misal ada rs yahudi atau sinagog di wakanda wah berat dah udah pasti digruduk sama kadal

  3. Iya betul, Palestine bukan bangsa Arab tapi menggunakan budaya dan bahasa Arab. Orang-orang Palestine adalah bangsa Yahudi yang asli. Keturunan dari Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Samson, Nabi Daniel, Nabi Yesaya, Nabi Zakariya, Nabi Yahya dan Nabi Isa (Yesus).
    Masih ingat kisah ketika Rasulullah Isra Mi’raj di Yerusalem, sholat di Baitul Maqdis 482 Masehi. Baitul Maqdis ini dibangun oleh Nabi Sulaiman (King Solomon) sendiri.