Dilansir Al Jazeera (1/7/2026), negosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf berbicara kepada media pemerintah tentang Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan AS.
Ia mengatakan Iran akan terus menegaskan kedaulatan atas Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa MoU tersebut hanya memberikan pengecualian sementara selama 60 hari dari biaya untuk layanan maritim di jalur air tersebut.
“Ini adalah perairan teritorial kami,” kata Ghalibaf, menurut situs web Press TV. “Kami tidak akan membiarkan Amerika Serikat menciptakan kontroversi atau tipu daya dengan mengklaim bahwa Iran telah memiliterisasi Selat Hormuz.”
Ia menambahkan bahwa Iran “tidak akan pernah, dalam keadaan apa pun, mundur dari posisi ini”.
Ghalibaf menggambarkan jalur air tersebut sebagai “anugerah ilahi yang diberikan Tuhan kepada kita selama perang ini” dan “instrumen kekuatan terbesar kita”.








hormuz nama dewa zoroaster drun