Pantesan kalian ‘semangat 45’ bikin pelatihan begini. Sampai ada yang mati pun tetap diteruskan.
45 juta per orang (latihan militer+pelatihan koperasi), jumlah peserta 35.476 orang, total anggaran Rp 1,5 Triliun!!!
Anggaran Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mencapai Rp30 juta per orang.
Informasi ini dibongkar oleh Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI-P, Mayjen TNI (Purn) Tubagus (TB) Hasanuddin.
Berikut adalah Rincian Alokasi Anggaran Pelatihan
Berdasarkan data yang disampaikan oleh TB Hasanuddin, total biaya pelatihan untuk setiap peserta adalah Rp45 juta per orang untuk durasi total 45 hari. Biaya tersebut dibagi menjadi dua bagian:
- Porsi Latihan Militer: Menghabiskan Rp30 juta per orang untuk durasi 30 hari latihan fisik/kemiliteran.
- Porsi Substansi Koperasi: Menghabiskan Rp15 juta per orang untuk durasi 15 hari pembelajaran manajerial.
Potensi Penghematan Anggaran Negara
Program pelatihan gelombang pertama ini diikuti oleh total 35.476 peserta secara nasional. Peserta terdiri dari 30.000 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Hasanuddin menegaskan, jika komponen latihan militer yang memakan biaya dua pertiga dari total anggaran tersebut dihapus, negara bisa menghemat anggaran hingga triliunan rupiah.
Alasan Kritik dan Relevansi Kompetensi
- Bukan Prioritas: Tugas utama manajer koperasi adalah mengelola organisasi bisnis, keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Kompetensi profesional manajerial dinilai jauh lebih krusial dibanding latihan fisik militer.
- Fokus Pendanaan: Diusulkan agar anggaran difokuskan sepenuhnya pada pelatihan bisnis yang dikelola langsung oleh kementerian terkait, seperti Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
- Sorotan Insiden: Pernyataan anggaran ini mencuat di tengah sorotan publik setelah dilaporkan adanya peserta yang meninggal dunia selama proses Latsarmil berlangsung.
Sumber: KOMPAS








MBG ribuan yg keracunan
Kopdes Merah Putih 5 orang meninggal
Hadeeh…
Mana itu yang komen “sudah takdir” ga taunya nyawa orang cuma jadi komoditas para garong program batu wowo gemblung.