MBG, PT Berkedok Yayasan
✍️Cut Meutia
Pernah gak kalian membandingkan wujud Yayasan MBG dengan Yayasan lainya di negeri ini?
Kalau kalian pernah berfikir, kalian akan tau seberapa banyak kekeliruan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan-Yayasan yang menaungi dapur MBG. Kalian akan tau ternyata carut marut di tubuh MBG ini bukan hanya terjadi di pusat doang, tapi udah kayak gurita sampai ke yayasan-yayasan di daerah di seluruh Indonesia.
Kalian tahu sendiri kan, yayasan itu harusnya lembaga nirlaba (non-profit), murni buat sosial. Tapi lihat apa yang berlaku dengan yayasan MBG! rata-rata oknum yayasan yang dapet proyek dapur MBG ini malah beroperasi layaknya PT. Mereka ngejar untung gila-gilaan, terus sisa hasil usahanya bukannya diputer buat kegiatan sosial, tapi langsung masuk ke kantong pribadi pengurusnya, dipakai buat bayar kredit mereka, buat foya-foya, dll.
Padahal Pasal 5 ayat (1) UU tentang Yayasan itu jelas sekali disebutkan bahwa pengurus, pembina, atau pengawas itu haram hukumnya ngambil atau ngebagiin kekayaan yayasan buat kepentingan pribadi. Kalau duit proyek negara itu dialihin ke dompet sendiri, itu namanya pelanggaran hukum fatal, belum lagi soal transparansi. Di Pasal 52 ayat (3) di sana disebutkan yayasan yang ngelola dana atau bantuan negara itu wajib hukumnya diaudit sama Akuntan Publik, terus hasilnya diumumkan ke publik.
Sejauh ini pernah ngak Yayasan yang menaungi dapur-dapur MBG itu ngelakuin itu??
Boro-boro mau umumkan ke publik, yang ngaudit aja tak pernah jelas transparansinya.
Padahal sanksinya gak main-main. Pasal 70 ayat (1) itu tertulis jelas: pengurus yang berani ngelanggar Pasal 5 bisa kena pidana penjara paling lama 5 tahun, dan pengadilan bisa ngebubarin yayasannya sekalian pakai Pasal 62 karena kegiatannya udah melenceng jauh dari tujuan awal.
Itulah fakta yang ada di depan mata kita, fakta yang terabaikan begitu saja, seolah-olah prilaku para pemilik yayasan ini lumrah adanya, publik menganggapnya hal biasa, padahal prilaku mereka jelas-jelas prilaku yang melanggar hukum.







Dikonoha penjahat mana yg ga pake topeng