Mamdani melawan “Kubu Israel”

Setelah 3 kandidat yang didukung oleh Zohran Mamdani memenangkan pemilihan internal Partai Demokrat untuk menjadi kandidat Kongres dalam pemilihan paruh waktu November ini, Mamdani memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas dukungan bagi kelompok “sosialis-demokratis” ini.

Ia setuju untuk diwawancarai oleh beberapa stasiun televisi besar. Tentu saja, pertanyaan-pertanyaannya sangat sensitif, bukan pertanyaan mudah yang telah disepakati sebelumnya.

Saya sarankan Anda menonton wawancara-wawancara ini karena bagi saya, ini adalah beberapa contoh terbaik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan sensitif.

Misalnya, ketika ditanya mengapa ia tidak mendukung Israel, ia menjawab bahwa Israel tidak hanya membunuh ribuan orang di Gaza, tetapi pemerintah Amerika juga gila karena memberikan miliaran dolar kepada Israel sementara banyak warga Amerika sendiri tunawisma dan kelaparan.

Ia juga mengatakan bahwa ia tidak memusuhi orang Yahudi dan bangga menjadi Walikota New York di mana banyak pendukungnya adalah orang Yahudi di kota dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel. Masalahnya adalah dengan Israel sebagai sebuah negara, bukan dengan orang Yahudi di New York.

Mamdani telah menetapkan inti pesan yang ingin dia sampaikan. Bagaimanapun Anda bertanya, dia fokus pada penyampaian pesannya, yaitu menyelesaikan masalah sehari-hari warga Kota New York. Bukan berfilsafat.

Dia telah menambal ribuan lubang di jalan-jalan New York, membuka toko-toko yang terjangkau, dan baru-baru ini berhasil mempertahankan harga sewa di New York selama 2 tahun. Dalam waktu kurang dari setahun, Mamdani telah memenuhi sebagian besar janji kampanyenya. Yang membuatnya semakin populer dan dicintai warganya.

Pesan utama Mamdani adalah bahwa dia bekerja untuk rakyat dan para pemilih dan tidak peduli apa yang dikatakan Partai Republik, yang tentu saja tidak akan mendukung apa pun yang dia lakukan. Dia tidak mencari dukungan di antara pendukung garis keras Partai Republik.

Memilih segmen pemilih dan menargetkan pesan kepada segmen tersebut sangat penting dalam upaya untuk mendapatkan dukungan. Abaikan saja faksi-faksi yang berlawanan dan pendukung mereka yang merasa tersinggung dengan pesan-pesan yang bahkan tidak ditujukan kepada mereka. Mengapa harus merasa dan melawan?

Popularitas faksi Mandani mengkhawatirkan “kubu mapan” Partai Demokrat. Hakeem Jefferies dan Chuck Schumer adalah pemimpin Partai Demokrat di Kongres dan Senat yang berbasis di New York. Keduanya telah dibeli oleh AIPAC dan pro-Israel.

Faksi-faksi mapan ini khawatir bahwa pemilih Partai Demokrat mulai condong ke kelompok Mamdani. AIPAC, yang merupakan pelobi Zionis di Amerika, marah.

Pertarungan antara kaum progresif dan kubu mapan tidak hanya terbatas pada Partai Demokrat, tetapi semakin meluas di sistem lain karena banyak orang lelah dengan apa yang ada di sana.

Mamdani berbeda dari Stacy Abraham di Georgia. Meskipun populer, Abraham masih berada di dalam kubu mapan. Mamdani ingin menghancurkan kubu mapan.

(Nik Hasyudeen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Sementara itu, junjungan sekaligus sesembahannya Aris ODGJ/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI tak mampu membuktikan dan merealisasikan janji politiknya. Malah asyik menzalimi rakyatnya‼️