Krisis Ekonomi dan Kegagalan Janji Kampanye, PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada 22 Juni 2026 akibat tekanan politik luar biasa dari internal Partai Buruh dan merosotnya kepercayaan publik. Keputusan ini diambil setelah serangkaian kegagalan kebijakan dan skandal yang mengguncang pemerintahannya.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendasari mundurnya Keir Starmer menurut laporan media seperti BBC News Indonesia:

1. Krisis Ekonomi dan Kegagalan Janji Kampanye

  • Biaya Hidup Tinggi: Pemerintahannya dinilai gagal mengatasi krisis biaya hidup dan pertumbuhan ekonomi yang melambat sejak menjabat pada Juli 2024.
  • Janji yang Tidak Terwujud: Ketidakpuasan publik meningkat tajam karena Starmer dianggap gagal mewujudkan janji-janji kampanye yang sempat membawanya menang telak dua tahun lalu.

2. Tekanan Internal dan Kekalahan Pemilu Lokal

  • Hasil Buruk Pemilu: Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal Mei 2026, menandakan menurunnya kepercayaan publik.
  • Pemberontakan Partai: Kemenangan Andy Burnham (pesaing Starmer di internal Partai Buruh) di pemilihan sela memicu desakan dari anggota parlemen agar Starmer mundur. Andy Burnham berpeluang menjadi PM Inggris menggantikan Starmer.

3. Rangkaian Skandal dan Pengunduran Diri

  • Skandal Terkait Epstein: Pemerintahan goyah akibat polemik keterlibatan pejabat tinggi dengan kasus Jeffrey Epstein.
  • Krisis Kabinet: Pengunduran diri Wakil PM Angela Rayner dan Menteri Pertahanan John Healey melemahkan posisi Starmer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. keren bro keir starmer 👍
    pejabat yang mempunyai integritas moral untuk mengakui ketidakmampuan, anda lebih terhormat. ga perlu gebrak meja, ga perlu ngebully rakyat nya.