SATU LAGI KABAR BURUK DARI INDONESIA

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$ 1,61 miliar. Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu.

Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$ 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$ 23,20 miliar. Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$ 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.

Adapun, dari catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025. BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas US$ 20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. benar adanya JANGAN DIKASIH MIC, setiap mic menyalak $ naik, investor ngacir, IHSG jumpalitan. mending suruh joget aja OKE GAS…. OKE GAS…. enye… enye… enye… enye…

  2. ayo ANONim (Akal Nol, Otak miNim) untuk mu silakan waktu dan tempat diberikan bagi ANJING PENJILAT mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon. Usahakan MENGGONGGONG lah sekeras kerasnya ya‼️

  3. beban 10 taon wiwi tuh dah hampir tumpah.. ditambah janji kampanye wowo yg memerlukan dana besar.. trus pilpres.. ehh kepilih.. y overload dah.. ampe tumpe tumpe..
    ☝🏻👇
    hedoop jokowee..!!