KUPANG –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara kadernya, Veronika Lake, dari seluruh aktivitas kepartaian.
Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan intimidasi yang dilakukan Veronika bersama sejumlah anggota DPRD TTU lainnya terhadap almarhumah dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr Icha.
Keputusan penonaktifan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan TTU, Carolus Sonbay, didampingi Sekretaris DPC Habel Manu Nufa dan Bendahara DPC Andina Winantuningtias di Kantor DPC PDI Perjuangan TTU pada Selasa (30/6/2026).
Dalam pernyataan sikapnya, PDI-P TTU terlebih dahulu menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dokter muda tersebut.
“Semoga almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan,” demikian bunyi pernyataan resmi DPC PDI Perjuangan TTU yang diterima Kompas.com, Selasa.
Kutuk Segala Bentuk Intimidasi terhadap Nakes
PDI Perjuangan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tekanan psikologis dan dugaan intimidasi yang dialami dr Icha sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Partai berlogo banteng moncong putih ini menegaskan mengutuk keras segala tindakan yang tidak manusiawi terhadap tenaga kesehatan (nakes).
Sebagai konsekuensi, Veronika Lake kini dilarang menjalankan aktivitas politik apa pun yang berkaitan dengan partai, termasuk di DPRD Kabupaten TTU. Veronika diminta fokus menghadapi proses hukum yang berjalan.
“Apabila terdapat kader PDI Perjuangan yang diduga terlibat, proses pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh sesuai mekanisme hukum dan ketentuan organisasi. Jika terbukti bersalah berdasarkan proses hukum yang berlaku, partai tidak akan memberikan perlindungan dan mendukung pemberian sanksi sesuai aturan partai maupun ketentuan AD/ART Partai,” tegas Carolus saat membacakan pernyataan sikap.
Meski demikian, Carolus menambahkan bahwa partai tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan meminta seluruh kader tidak memperkeruh situasi. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu.
Tunggu Proses Penyelidikan Polisi
Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira membenarkan adanya pemanggilan terhadap Veronika Lake oleh Badan Kehormatan Partai di TTU untuk dimintai klarifikasi.
“Hari ini anggota DPRD yang PDI Perjuangan itu sudah dipanggil oleh Badan Kehormatan Partai di TTU, memanggil untuk kemudian diminta penjelasan, klarifikasi atas peristiwa yang menyangkut dugaan terhadap kasus bunuh dirinya Dokter Icha. Kemudian dia sudah menjelaskan,” ujar Andreas saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Andreas menambahkan, sanksi organisasi lebih lanjut masih harus menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
“Ya belum, kita harus cek dong karena proses hukumnya kan sedang berjalan, kita tidak bisa menghukum orang, kalau belum ada. Karena kan ini dugaan, apakah ada hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain,” kata Andreas.
Kronologi Kejadian di RS Leona Kefamenanu

Kasus ini bermula dari insiden ketegangan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kefamenanu, pada Sabtu (13/6/2026). Saat itu, dr Icha sedang menangani pasien anak yang menjadi korban gigitan ular berbisa.
Paman almarhumah, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa keponakannya sudah bekerja sesuai standard operating procedure (SOP) rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak. Namun, tensi meninggi ketika keluarga pasien mendesak pemberian vaksin tertentu yang secara medis belum direkomendasikan dan tidak tersedia di rumah sakit.
Menurut Victor, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian masuk ke ruang pelayanan dengan nada tinggi, bahkan salah satunya sempat menunjuk wajah dr Icha. Peristiwa tersebut menyisakan trauma psikologis mendalam bagi sang dokter muda.
“Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang ditemuinya saat bertugas,” ungkap Victor. Kondisi psikologis dr Icha memburuk hingga ia harus menjalani perawatan medis. Tragis, dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6/2026).
Pihak Polres TTU sendiri menyatakan akan memanggil tiga anggota DPRD TTU untuk dimintai klarifikasi. Ketiganya adalah Therensius Lazakar (Partai Golkar), Robertus Bani (PKB), dan Veronika Lake (PDI-P).
Bantahan dan Klarifikasi Para Anggota Dewan
Di sisi lain, Veronika Lake akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tertulis pada Minggu (29/6/2026). Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam dan menegaskan akan bersikap kooperatif terhadap proses hukum.
Veronika menceritakan, keberadaannya di RS Leona hari itu terjadi secara tidak sengaja usai pulang dari acara arisan bersama rombongan anggota dewan lainnya. Saat ia menyusul masuk ke IGD, perdebatan antara rekannya dan dokter jaga sudah terjadi.
Ia juga meluruskan ucapan “panggil wartawan saja” yang sempat viral dan dituding sebagai bentuk intimidasi terhadap dr Icha.
“Terkait perkataan ‘panggil wartawan saja’, itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi dan perbaikan kualitas pelayanan,” urai Veronika dalam keterangan resminya.
Veronika mengklaim situasi malam itu sebenarnya sudah mereda setelah manajemen rumah sakit memberikan penjelasan, dan rekan-rekannya pun sudah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada dr Icha malam itu juga.
Dua anggota DPRD TTU lainnya, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, sebelumnya juga membantah telah melakukan intimidasi ataupun memaki nakes. Therensius menyatakan bahwa pihak keluarga hanya meminta penjelasan mengenai prosedur penanganan pasien yang merupakan keponakannya.
“Tidak ada sedikit pun niat untuk mengintimidasi tenaga medis,” ujar Therensius, Minggu (21/6/2026).
Norbertus menambahkan, setelah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit, mereka justru menyampaikan terima kasih dan memohon maaf kepada Direktris RSU Leona serta dr Icha sebelum meninggalkan lokasi.
Sumber: KOMPAS







nambah satu LAGI nih habis orang golkar dan PKB