Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyelesaikan pembentukan parlemen transisi pasca-Assad pertama negara itu dengan menunjuk 70 anggota ke Majelis Rakyat yang beranggotakan 210 kursi (140 dipilih, 70 ditunjuk oleh Presiden).
Di antara mereka yang terpilih adalah aktris Suriah terkemuka Rozina Lazkani (juga dikenal sebagai Rouzaina Amer al-Ladhiqani), yang menandai apa yang digambarkan oleh beberapa pihak sebagai inklusi tokoh budaya yang penting.
Pengangkatan tersebut, yang diumumkan oleh Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat Suriah dan dilaporkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA), melengkapi komposisi parlemen.
Dua pertiga kursi diisi melalui proses seleksi tidak langsung oleh komite lokal yang dimulai pada Oktober 2025, sementara presiden menggunakan wewenang konstitusional untuk menunjuk sepertiga sisanya.
Lazkani, lahir pada tahun 1990, adalah seorang artis televisi dan drama yang terkenal. Ia belajar seni panggung di Institut Tinggi Seni Drama di Damaskus dan memulai karier aktingnya sekitar tahun 2013–2014. Ia meraih popularitas melalui peran-perannya dalam serial Suriah, termasuk penampilan di “Al-Hayba.”
Para anggota yang ditunjuk presiden termasuk 15 perempuan, sehingga total perwakilan perempuan di parlemen menjadi 21 anggota.
Daftar tersebut juga menampilkan kerabat korban perang saudara, mantan tahanan, dan penyintas serangan kimia, menurut ketua komite Mohammad Taha al-Ahmad.
Tokoh-tokoh penting lainnya, seperti aktivis Aisha al-Dibs, juga diangkat bersama Lazkani.
Perkembangan ini merupakan langkah kunci dalam transisi politik Suriah setelah penggulingan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Majelis Rakyat yang baru dijadwalkan akan mengadakan sidang pertamanya pada 6 Juli 2026, bertugas dalam kapasitas legislatif sementara hingga kerangka konstitusional permanen ditetapkan.
Lazkani mengeluarkan pernyataan yang menerima pengangkatan tersebut, menyatakan kehormatan untuk melayani rakyat Suriah. Ia berjanji untuk mengadvokasi rekonstruksi, pemulangan pengungsi secara bermartabat, dan promosi budaya dan seni sebagai elemen penting identitas nasional.
Lazkani termasuk di antara para seniman yang menyuarakan dukungan mereka untuk revolusi Suriah di platform media sosial. Ia juga membagikan foto dan video yang mengungkapkan kegembiraannya setelah penggulingan Assad pada 8 Desember 2024.






