TERNYATA Abdul Wahid Ingin Mundur Sebagai Gubernur Riau Usai Diancam SF Hariyanto (Wakil Gubernur Riau), Tapi UAS Melarang

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, terdakwa kasus dugaan korupsi modus pemerasan anggaran Dinas PUPR-PKPP Riau, kembali bercerita soal dugaan ancaman yang diterimanya, dari wakilnya saat itu, SF Hariyanto.

Hal ini disampaikan Abdul Wahid saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bertanya terkait dugaan ancaman tersebut.

JPU KPK meminta Abdul Wahid menceritakan kronologisnya.

Abdul Wahid mengungkap, peristiwa terjadi di suatu malam saat Bulan Ramadan tahun 2025. Ketika itu, SF menghubunginya dengan maksud ingin bertemu.

“Saya bilang, saya saja yang ke rumah bapak. Nanti setelah safari Ramadan saya ke rumah bapak. Setelah itu saya datang ke beliau, saya bawa Dani, Tata, Rafi,” ucap Abdul Wahid.

Lanjut dia, begitu tiba di kediaman SF Hariyanto dan duduk, SF langsung menunjukkan rekaman ketika Wahid diperiksa oleh penyidik KPK.

“Beliau (SF Hariyanto) langsung menunjukkan rekaman ketika itu saya sudah diperiksa Pak Christian dan Muslim. Rekamannya persis ketika saya diperdengarkan rekaman (telepon), ketika saya diperiksa. Rekaman penyidikan KPK, kasus PON 2012,” sebut Wahid.

Mendengar itu, Abdul Wahid mengaku ia terkejut. Bagaimana bisa rekaman KPK sampai ke tangan SF Hariyanto.

“Dia (SF Hariyanto) bilang Pak Wahid hati-hati, saya punya rekaman Pak Wahid, saya ini orangnya pikirannya kotor, dan orang saya ada di mana-mana. Kalau Pak Wahid tidak menurut saya, ingat Pak Wahid, tangan saya ada di mana-mana,” papar Wahid menirukan perkataan SF Hariyanto.

Menanggapi hal itu, Wahid mengaku sempat menyampaikan terima kasih. Wahid juga balik menantang SF Hariyanto.

“Saya bilang oh iya terima kasih pak, saya tantang bapak saya bilang, saya tidak takut sedikit pun. Saya pergi, tiba-tiba dia langsung memeluk saya, jangan lah. Saya bilang saya tidak mau, saya keluar, hanya sebatas itu,” tutur Wahid.

Usai kejadian itu, Abdul Wahid mengaku tak pernah lagi berkomunikasi dengan SF secara pribadi.

Hanya saja, SF Hariyanto bersama istrinya, datang ke rumah Abdul Wahid saat momen Hari Raya Idul Fitri. Menurut Abdul Wahid, SF menyampaikan permohonan maaf.

“Saat Lebaran dia datang ke rumah saya, minta maaf sama istrinya, itu yang kedua kalinya dia datang minta maaf,” ulas Wahid.

Pria yang pernah menjabat anggota DPR RI ini berujar, usai peristiwa pengancaman dari SF, ia sempat mengingatkan sejumlah orang agar berhati-hati.

Peristiwa pengancaman itu, juga dilaporkan oleh Abdul Wahid ke Ustaz Abdul Somad (UAS).

“Saya laporkan ke UAS, situasi saya seperti ini, saya diancam, namun saya tidak takut sedikit pun apa yang diancam beliau (SF Hariyanto). Namun sesuai prinsip saya, saya tidak akan mempertahankan jabatan kalau saya harus berkelahi dengan teman,” jelasnya.

“Jabatan bukanlah sesuatu yang perlu dipertahankan, saya punya keinginan lebih baik berteman dan bersahabat ketimbang mempertahankan jabatan,” tambah Wahid.

Oleh karenanya ditegaskan Abdul Wahid, ia memohon kepada UAS, untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur Riau. Bahkan, Wahid mengaku sudah mengantongi surat pengunduran diri guna disampaikan ke Presiden.

“Beliau (UAS) marah ke saya, beliau bilang saya mendukung Gubernur Riau bukan karena SF tapi karena Pak Wahid, oleh karena itu saya minta Pak Wahid bertahan,” beber Wahid, menirukan ucapan UAS.

Sumber: Tribun Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

    1. yang jelas beliau panutan dan teman diskusi bagi pak Gubernur Abdul Wahid… bukan kaum babi dan beruk kayak kau… beruk tetap beruk.. babi tetap babu…