Akhirnya, Hotman Paris, mantan kuasa hukum Nadiem Makarim, bersuara dan memihak putusan hakim

Akhirnya, Hotman Paris Hutapea, mantan kuasa hukum Nadiem Makarim, bersuara dan memihak putusan hakim terhadap Nadiem Makarim. Lewat video pendeknya yang diunggah di akun Instagramnya (2/7/2026), Hotman Paris, membeberkan pangkal bala Nadiem Makarim divonis bersalah dengan hukuman 10 tahun penjara.

Bagi Hotman Paris, Audit BPKP 2025 adalah pangkal musibah Nadiem. Intinya bahwa, audit BPKP tahun 2025 itu mengatakan harga chromebook tidak wajar, sehingga terbukti kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 1,5 triliun. Padahal audit BPKP tahun 2022 mengatakan harga chromebook wajar. Sehingga saat Hotman masih menjadi kuasa hukum Nadiem dia yakin tidak ada korupsi (berdasar audit BPKP 2022) bahkan menantang Prabowo untuk gelar perkara di Istana untuk membuktikan Nadiem tidak korupsi.

Tapi tindakan Hotman tersebut tidak disukai Nadiem, sampai akhirnya Hotman tidak lagi jadi pengacara Nadiem.

Duduk perkara Hotman Paris Hutapea tidak lagi menjadi kuasa hukum mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim berakar dari keputusan keluarga Nadiem untuk mengganti tim pengacara saat kasusnya naik ke tahap persidangan. Hotman sebelumnya mendampingi Nadiem selama proses penyidikan di Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tahun 2019–2022.

Namun, ketika berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta pada November 2025, posisi Hotman digantikan oleh pengacara Ari Yusuf Amir dan Dodi S. Abdul Kadir.

Setelah Nadiem divonis 10 tahun penjara, akhirnya Hotman bersuara.

Yang intinya: andai dulu Nadiem menuruti Hotman, dia akan bebas.

“Jaksa di atas angin karena berhasil mendapat audit baru BPKP tahun 2025 yang menyatakan bahwa harga chromebook tidak wajar, padahal sebelumnya waktu aku jadi kuasa hukum kamu saya sudah mendapat senjata ampuh yaitu audit BPKP 2020-2022 bahwa harga wajar, makanya waktu itu saya tampil di medsos sampai mau ketemu Prabowo. Tujuan saya bukan mau ketemu Prabowo, tapi tujuan saya agar BPKP jangan lagi mengeluarkan audit baru. Dan ternyata benar dugaan saya, jaksa meminta audit baru 2025 yang menunjukan adanya kerugian negara.”

“Anda waktu itu tidak begitu suka saya terlalu banyak ada di medsos.”

“Memang pengacara mahal itu pemikirannya panjang,” kata Hotman dalam videonya.

[VIDEO]

Sumber: IG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. terlepas nadiem makarim itu bener atau salah, makan uang 💵 korupsi atau tidak tapi yang jelas hotman paris hutapea takut kepada rezim prabowo jokowi