Pengelabuan Sejarah Bernama “Byzantium”

Salah satu pengelabuan terbesar dalam sejarah adalah pemberian nama “Byzantium” kepada Kekaisaran Romawi Timur.

Kenapa pengelabuan?

Karena…

TIDAK ADA orang yang hidup di awal Abad IV CE —sejak Kaisar Constantinus I mendirikan Kekaisaran Romawi Timur dengan ibukota Constantinopolis tahun 330— hingga pertengahan Abad XV —zaman kaisar terakhir Constantinus XI Palaiologos di tahun 1453 CE dikalahkan oleh Sultan Muhammad II (Al Fatih)— yang mengatakan entitas “Kekaisaran Romawi Timur” itu sebagai “Byzantium”.

Kaisar Romawi Timur dan penduduknya tidak pernah sama sekali menyebut diri mereka “Byzantium”. Semua mengatakan diri mereka adalah “Romawi” — walau Kekaisaran Romawi Timur ini menggunakan bahasa Yunani (inilah kenapa terjemahan Injīl pertama itu dalam bahasa Yunani, karena memang Kristen Orthodoks itu mulai bebas dianut di masa Constantinus I).

Bukti sejarah yang tidak bisa diingkari adalah al-Quran yang menyebutkan nama “ar-Rūm” (Romawi) kepada salah satu pihak pada pertikaian 2 superpower dunia di masa kehidupan Baginda Nabi ﷺ‎.

Juga hadits tentang Abū Sufyān رضي اللـه تعالى عنه (yang ketika itu belum berislām) dipanggil menghadap Heraclius di Jerusalem pada tahun 628 M, di mana Heraclius disebut sebagai “Kaisar Romawi”.

Lalu kapan berubah jadi “Byzantium”?

Awal penamaan Byzantium itu adalah oleh sejarawan asal Jerman, Hieronymus Wolf, pada Abad XVI, lalu semakin dipopulerkan oleh sejarawan asal Prancis, Montesquie, pada Abad XVII – XVIII.

Pertanyaannya adalah kenapa?

Jawabannya sangat sederhana, yaitu…

“Karena mereka tidak terima Kekaisaran Romawi, ikon peradaban Barat dan Kristen, dihancurkan oleh Sultan Muhammad II (Al Fatih) yang merupakan ummat dari Baginda Nabi Muḥammad ﷺ‎.”

Jadi sampai kapanpun mereka (baca: Barat) takkan terima kalau Kekaisaran Romawi telah dihancurkan oleh Islam.

Sebab Barat itu menganggap diri mereka adalah Romawi, ya Roman Republic (Trias Politica), ya Roman Society, semua. Makanya ada “Pax Britannica” lalu sekarang “Pax Americana” yang menjadi penerus dari “Pax Romana”.

Termasuk lihat saja bangunan pemerintahan di Inggris dan Amerika pun arsitekturnya masih memakai arsitekturnya bangsa Romawi.

Inilah hikmah kenapa hadits-hadits tentang akhir zaman (eskatologi) tetap menyebutkan “Bangsa Romawi”, karena mereka masih tetap eksis sampai akhir zaman, walau bukan dari orang yang tinggal di semenanjung Apenina ataupun semenanjung Balkan.

Demikian.

(Arsyad Syahrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *