NETANYAHU ngamuk-ngamuk di media sosial setelah hasil pemilu koalisi partainya hanya meraih 53 kursi (masih jauh dari 61 kursi untuk membentuk pemerintahan), hal ini dikarenakan partai-partai Arab meraih 19 kursi yang merupakan rekor dalam pemilu Israel.
Peraihan 19 kursi dua partai Arab (Joint List dan Ra’am) dikarenakan lonjakan partisipasi pemilih warga Arab Israel yang sangat tinggi karena warga Arab ingin melengserkan Netanyahu.
Di media sosial X Netanyahu mengatakan orang-orang Arab telah “merampok” pemilu Israel.
Putra Netanyahu Yair Netanyahu juga ikut merespons partisipasi orang Arab warga Israel dalam pemilu yang menurutnya merupakan ancaman nyata bagi eksistensi negara Israel.
ISI POSTINGANNYA:
“Kebenaran harus diungkapkan. Hasil pemilihan umum menunjukkan bahwa mayoritas warga Arab Muslim di Israel mengidentifikasi diri sebagai orang Palestina, membenarkan terorisme terhadap kita, berupaya menyingkirkan seluruh orang Yahudi dari tanah ini, bercita-cita menghancurkan negara Yahudi, dan bertujuan mendirikan negara Palestina yang bercorak Arab-Islam di atas reruntuhannya. Hal ini merupakan ancaman eksistensial, yang signifikansinya setara dengan program nuklir Iran. Hukum Israel (Pasal 7A dari Undang-Undang Dasar: Knesset) menyatakan dengan tegas: undang-undang tersebut melarang partai-partai yang mendukung terorisme—serta menolak status Israel sebagai negara Yahudi—untuk mencalonkan diri dalam Knesset. Alasan mengapa partai-partai tersebut tetap ada di dalam Knesset (parlemen Israel) adalah karena Mahkamah Agung telah melumpuhkan undang-undang tersebut, dengan melegitimasi partisipasi mereka yang justru bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.”
SEPERTI DIKETAHUI, sebelum pemilu pemerintah Netanyahu telah melarang partai-partai Arab untuk ikut pemilu. Namun larangan ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung Israel.
Partai Arab yang meraih 19 kursi sekarang menjadi ‘kingmaker’. Jika oposisi bersedia bekerjasama dengan partai Arab, maka otomatis Netanyahu akan tersingkir. Saat ini blok oposisi masih terbelah antara yang menolak koalisi dengan partai Arab dan yang setuju demi melengserkan Netanyahu.
*SEBAGAI CATATAN: Populasi warga Arab di Israel mencapai sekitar 2,1 hingga 2,17 juta jiwa, atau kurang lebih 21% dari total populasi negara tersebut.







