Kejadian tersebut merujuk pada laporan terperinci yang dirilis oleh staf fraksi Demokrat di Komite Yudisial DPR AS (House Judiciary Committee) pada 28 Oktober 2026. Laporan sepanjang 53 halaman tersebut berfokus pada penyelidikan hubungan Donald Trump dengan terpidana pelanggaran seksual Jeffrey Epstein.
Menurut dokumen formal dan kesaksian yang dicantumkan dalam laporan tersebut, detail mengenai klaim ini meliputi:
- Kronologi Kejadian: Beatrice Keul—mantan runner-up Miss Switzerland dan kontestan Miss Europe—menyatakan bahwa saat ia berusia 24 tahun, ia diundang untuk berpartisipasi dalam ajang Donald J. Trump American Dream Pageant pada November 1993.
- Modus Pertemuan: Keul menjelaskan bahwa dalam sebuah acara makan siang pers di Plaza Hotel (yang saat itu dimiliki Trump), Trump mendekatinya dan menjanjikan bantuan visa AS serta jaminan masuk ke New York University (NYU). Tak lama setelah itu, Jeffrey Epstein menghampirinya, memperkenalkan diri sebagai “sahabat Trump,” dan menawarkan janji serupa.
- Tuduhan Kekerasan Seksual: Laporan tersebut mencatat pernyataan Keul bahwa seorang perwakilan Trump kemudian mengundangnya ke sebuah suite di lantai atas untuk pertemuan profesional. Begitu masuk, Keul menuduh Trump mencengkeramnya dari belakang dan memperkosanya secara brutal, hingga merobek gaunnya serta meninggalkan luka memar dan pendarahan.
- Intimidasi Pasca-Kejadian: Keul mengklaim Trump mendesaknya untuk diam dengan mengatakan kalimat seperti “the show must go on” dan memberikan peringatan untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut.
Detil kesaksian:
Saat itu ia berusia 24 tahun, seorang model asal Swiss. Ia direkrut oleh Jill Harth untuk mengikuti ajang Donald J. Trump American Dream Pageant di New York pada November 1993. Dalam sebuah acara makan siang pers di hotel Plaza—yang dimiliki oleh Trump—ia menuturkan bahwa Trump menghampirinya dan berbincang selama sekitar 15 menit. Trump berjanji akan mengurus visa AS untuknya melalui rekan bisnisnya, Paolo Zampolli, serta membantunya masuk ke NYU, sembari melontarkan kalimat seperti, “Saya akan mengurusmu.”
Selanjutnya, menurut keterangannya, Jeffrey Epstein menghampiri dan memperkenalkan diri, “Saya Jeffrey, sahabat baik Don (Donald Trump).” Epstein mengundangnya ke sebuah pesta di Mar-a-Lago dan menawarkan untuk menanggung biaya penerbangan serta akomodasinya, seraya berkata, “Kami sering mengadakan pesta bersama Don.”
Di hari yang sama, ia mengaku bahwa seorang perwakilan Trump memintanya naik ke sebuah kamar suite untuk menghadiri pertemuan yang ia kira akan bermanfaat bagi karier dan pendidikannya. Ia menuduh Trump mencengkeramnya dari belakang lalu memerkosanya, hingga gaunnya robek dan ia mengalami pendarahan serta memar di berbagai bagian tubuhnya.
Setelah kejadian itu, ia menuturkan bahwa Trump mendudukkannya di atas tempat tidur, kembali menjanjikan pengurusan visa dan akses ke NYU, serta memintanya untuk tetap bungkam dengan mengatakan, “pertunjukan (kontes) harus tetap berjalan.” Ia menyelesaikan ajang kontes tersebut dalam kondisi sangat ketakutan dan bingung, lalu pulang ke Swiss. Ia tidak menghadiri kontes Trump berikutnya di Hawaii dan menolak tawaran-tawaran Trump saat pria itu menghubunginya beberapa bulan kemudian.
Tanggapan Pihak Terkait
- Gedung Putih & Tim Kampanye Trump: Pihak Gedung Putih secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara Lauren Bis menyatakan bahwa laporan tersebut sepenuhnya tidak benar dan merupakan manuver politik bermotivasi partisan dari fraksi Demokrat untuk mengalihkan perhatian pemilih menjelang pemilu paruh waktu AS. Mereka juga menegaskan bahwa Trump telah lama memutus hubungan dengan Epstein dan telah sepenuhnya dibebaskan dari segala hal yang berkaitan dengan kasus Epstein.
- Status Hukum: Hingga saat laporan ini dipublikasikan, tuduhan tersebut belum diuji atau dibuktikan di pengadilan pidana, dan tidak ada tuntutan hukum pidana resmi yang diajukan terhadap Donald Trump terkait klaim spesifik ini. Pihak Demokrat di komite tersebut telah menyerukan agar Departemen Kehakiman menunjuk penasihat khusus (special counsel) independen untuk menyelidiki temuan-temuan dalam laporan mereka.








Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. (Yehezkiel 23:19-21)