Menurut beberapa catatan sejarah, Adolf Hitler secara pribadi memuji Islam dan secara eksplisit menyatakan bahwa agama tersebut akan jauh lebih cocok bagi bangsa Jerman dibandingkan dengan agama Kristen.
Bukti Utama

Bukti utama mengenai pandangan Hitler berasal dari memoar kepala arsitek sekaligus menteri persenjataannya, Albert Speer, serta transkrip percakapan pribadi Hitler pada masa itu (yang sering dikumpulkan dalam karya berjudul Hitler’s Table Talk).
- “Kelembutan” dalam Agama Kristen: Dalam memoarnya, Inside the Third Reich, Speer menceritakan keluhan Hitler: “Kita ini sungguh bernasib buruk karena menganut agama yang salah… Agama Muhammad… akan jauh lebih cocok bagi kita dibandingkan agama Kristen. Mengapa harus agama Kristen dengan segala kelembutan dan kelemahannya itu?”
- Islam sebagai “Agama Para Pejuang”: Hitler mengagumi apa yang ia persepsikan sebagai sifat agresif, disiplin, dan militeristik dari kekaisaran-kekaisaran Islam di masa lalu. Ia menyebut Islam sebagai Männerreligion (“agama untuk kaum pria”) dan menyukai janji historisnya mengenai surga bagi para pejuang.
- Pertempuran Tours: Speer mencatat bahwa Hitler berfantasi tentang sejarah alternatif di mana pasukan Muslim memenangkan Pertempuran Tours pada abad ke-8 melawan bangsa Franka. Hitler meyakini bahwa jika kekhalifahan berhasil menaklukkan Eropa, bangsa Jermanik pada akhirnya akan menjadi pemimpin kekaisaran Islam tersebut, dengan memanfaatkan kerangka militeristiknya untuk menguasai dunia.
- Pertempuran Tours, yang juga dikenal sebagai Pertempuran Poitiers atau Balat al-Syuhada (Dataran Para Syuhada), adalah sebuah pertempuran krusial yang terjadi pada 10 Oktober 732 M di dekat Tours dan Poitiers, Prancis. Pertempuran ini mempertemukan pasukan Kerajaan Franka di bawah pimpinan Charles Martel melawan pasukan Kekhalifahan Umayyah yang dipimpin oleh Gubernur Al-Andalus, Abdurrahman al-Ghafiqi. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu titik balik paling menentukan dalam sejarah peradaban Barat karena berhasil menghentikan ekspansi Muslim ke Eropa Barat. Andai pasukan Islam menang, maka seluruh Eropa akan berada dalam kekuasaan Islam, tidak hanya Andalusia.







