Hasil Pemilu Israel: Perdana Menteri Israel Yang Baru Ditentukan Oleh Dukungan Partai Arab

Berdasarkan hasil hitung cepat (exit poll) Pemilu Israel yang dirilis pada 27–28 Oktober 2026, belum ada Perdana Menteri baru yang ditentukan secara resmi, namun posisi partai-partai Arab menjadi sangat krusial sebagai penentu arah politik.

Berikut adalah fakta terbaru mengenai hasil Pemilu Israel 2026:

  • Parlemen Mengalami Kebuntuan (Deadlock): Knesset (parlemen Israel) memiliki total 120 kursi, yang berarti sebuah kubu membutuhkan minimal 61 kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Berdasarkan exit poll dari Channel 12 dan Channel 13, tidak ada kubu utama yang mencapai angka tersebut.
  • Kubu Oposisi: Blok oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot (Partai Yashar) diproyeksikan meraih 49-51 kursi.
  • Kubu Netanyahu: Blok sayap kanan religius yang dipimpin Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu diproyeksikan hanya meraih 51-52 kursi.
  • Lonjakan Suara Partai Arab: Partai-partai yang didominasi warga Arab Israel (seperti Ra’am dan Joint List) mencetak sejarah dengan meraih lonjakan besar, diproyeksikan mengamankan 19 kursi berkat tingkat partisipasi pemilih Arab yang mencapai 80%. Jumlah warga Arab di Israel mencapai sekitar 2,1 juta jiwa (atau kurang lebih 21% dari total populasi Israel).

Apakah Partai Arab Akan Menentukan Perdana Menteri Baru?
Secara matematis, ya. Karena baik blok Gadi Eisenkot maupun blok Benjamin Netanyahu sama-sama tidak memiliki kursi yang cukup, dukungan partai-partai Arab menjadi kunci penentu untuk mencapai mayoritas 61 kursi.

Partai Arab seperti Ra’am pimpinan Mansour Abbas menyatakan terbuka untuk mendukung oposisi demi menggulingkan Netanyahu. Namun, proses pembentukan pemerintahan baru masih belum pasti karena Gadi Eisenkot dan beberapa pemimpin oposisi sebelumnya sempat menolak aliansi formal dengan partai-partai Arab. Saat ini, proses penghitungan suara resmi dan negosiasi koalisi antarpartai yang intens masih terus berjalan.

Dua partai Arab yang meraih kursi Knesset:

  • Joint List (Daftar Gabungan) adalah aliansi politik mayoritas Arab di Israel yang secara tegas bersifat anti-Netanyahu. Diperkirakan meraih 12 kursi.
  • Partai Ra’am (Daftar Arab Bersatu) secara garis besar memosisikan diri sebagai bagian dari blok anti-Netanyahu, meskipun strategi politik mereka didasarkan pada pragmatisme demi kepentingan warga Arab-Israel. Diprediksi meraih 7 kursi.

UPDATE HASIL PEMILU ISRAEL: https://www.haaretz.com/ , https://www.timesofisrael.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. (Yehezkiel 23:19-21)