Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah melihat mangga.
Renungkanlah itu sejenak. Mangga tumbuh di negeri-negeri yang didatangi risalah setelah beliau. Artinya, setiap mangga yang dimakan umat ini adalah rezeki yang tidak pernah beliau cicipi, di negeri-negeri yang tidak pernah beliau kunjungi, oleh orang-orang beriman yang tidak pernah beliau temui… namun beliau menangis memikirkan kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Aku sangat ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku.” Para sahabat berkata: bukankah kami saudaramu? Beliau menjawab: “Kalian adalah sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka yang akan datang setelahku dan beriman kepadaku tanpa melihatku.”
Itulah kalian. Menikmati hidangan penutup mangga di kota yang tidak pernah beliau ketahui keberadaannya, membawa kalimat yang beliau bawa.
Kalian adalah kerinduan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Renungkanlah itu sambil menikmati hidangan penutup.
***
Teks dan Arti Hadis
Lafaz lengkap hadis tersebut adalah:
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –: «وَدَدْتُ أَنِّى لَقِيتُ إِخْوَانِى». قَالَ: فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِىِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –: أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ؟ قَالَ: «أَنْتُمْ أَصْحَابِى، وَلَكِنْ إِخْوَانِى الَّذِينَ آمَنُوا بِى وَلَمْ يَرَوْنِى»
Artinya:
Rasulullah SAW bersabda: “Aku sangat ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku.” Para sahabat Nabi SAW lalu bertanya: “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu?” Beliau menjawab: “Kalian adalah sahabat-sahabatku, tetapi saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”
Derajat dan Status Hadis
- Takhrij: Hadis ini antara lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (No. 12517) dan beberapa perawi hadis lainnya.
- Kualitas Keabsahan: Para ulama ahli hadis seperti Syeikh Al-Albani mensahihkan riwayat ini dalam Shahih al-Jami’ (No. 7108) serta dikuatkan pula oleh penilain tahqiq pada riwayat Musnad Ahmad.






