Paham Nyet?

Nyet,

Kalau Tere Liye posting beginian, bukan berarti sedang menghujat Timnas. Tidak bangga ke Timnas.

Astagfirullah. Saya ini bangga sekali dgn Timnas.

Ini tuh biar bercermin. Kita tuh punya masalah serius sekali dalam banyak hal, ujung ke ujung.

Apa masalahnya? Setiap lima tahun, kita hanya sibuk jejeritan dilempari kaos butut. 50% lebih penduduk kita suka bansos, amplop, sembako. 50% lebih penduduk kita literasi politiknya dangkal. Kemakan pencitraan. Ditipu orang2 sok sederhana peduli rakyat.

Dan saat kamu mau dibuat pintar dikit, agar dibuka matanya melihat data2, eeeh, kamu malah nuduh Tere Liye menghujat.

Presiden, Gubernur, Bupati, dll itu bisa siapa saja. Comot dari Pasar Pramuka juga bisa.

Tapi kunci jika kita mau maju, ayolah, seluruh Indonesia, 287 juta, mulailah kritis. Mulailah berisik.

Saat kita semua kompak kritis, itu proyek2 MBG, Kopdes, termasuk naturalisasi pemain bola, tidak akan seperti sekarang.

Karena politisi itu jiper juga saat suara terbanyak kritis. Mereka itu takut tdk terpilih.

Eeeh, kamu malah sibuk jilatin politisi. Kamu untung apa sih dengan memuji-muji pejabat?

Nah, lihat sekali lagi tabel ini. Indonesia TIDAK pernah juara AFF. Kenapa? Bukannya memperbaiki liga domestik, mereka sibuk menjadikan PSSI hanya sebagai batu lompatan politik. Sibuk nyari jalan pintas. Dalamnya penuh skandal, tragedi Kanjuruhan dilupakan begitu saja. Sama persis seperti realitas Indonesia hari ini ujung ke ujung.

Paham, nyet?

(Tere Liye)

***

Tulisan Tere Liye itu menanggapi nyinyiran sebagin netizen di tulisan sebelumnya:

Sy menyarankan netizen, agar berhenti dulu ngoceh King Indo, King Indo. Mingkem dulu sana.

Apalagi bertengkar dengan netizen Malaysia, Singapura. Duuh malu. Pun Vietnam, hanya soal waktu, menyalip kita dalam banyak hal.

Kita itu hanya menang ‘banyak’ saja. Penduduk paling banyak, negara paling luas, GDP paling banyak (karena penduduknya banyak tadi). Tapi di luar urusan itu, dibandingkan tetangga, kita kebanting semua.

Nah, saat kita mau ngeles, ‘Tapi itu kan karena penduduk banyak, susah ngaturnya’, aduh, dibandingkan China (4x lebih banyak penduduknya), dibandingkan AS, kita tetap kebanting juga.

Jadilah, satu2nya yg tersisa, bandingkan dengan Timor Leste saja, deh.

Kita bangsa yang besar? Iya. Besar koruptornya. Besar proyek2 nggak jelasnya. Sisanya? Duuh, pegang paspor Indonesia di LN itu suangat merepotkan. Tdk dihargai, dikit2 ngurus visa, dikit2 dipelototin lebih detail.

Dan guru SD di Singapura, digaji 50 juta per bulan. Itupun buat yg baru masuk, apalagi yg pengalaman.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

    1. Setahu saya istilah kadrun itu adalah istilah yg sering dilontarkan oleh para petinggi PKI dan kader militannya untuk mengolok-olok umat Islam yg lurus….

      Apakah Anda keturunan para mantan PKI garis keras tersebut ??
      Pasti istilah itu sudah terbiasa terdengar di telinga Anda sejak kandungan dan terus terdengar dari sejak masa kecil.

      Pasti leluhur Anda berpesan agar para anak keturunannya terus berjuang untuk membersihkan nama PKI, bukan ??

      Ya sudah….selamat berjuang, ya…

  1. nyinyiran si tere ini emang paling mantep racikannya, soalnya ngalor ngidul gak karuan gak nyambung, tapi dilahap dengan rakus oleh kadrun yemen😂😆😂😆😂😆😂😆😂

  2. paling jago ngebully negara sendiri padahal ni gambar yg buat media singapura, giliran ngebully negara lain gamau mereka, adalah pokoknya kita tau, ayo bully asean lain yg cupu di badminton dong mana mau tere

  3. Percuma nyinyir ke monyet mereka itu bebal otaknya sudah penuh kebencian dan permusuhan….apapun masalahnya dan biarpun biang keroknya pejabat tetap yang jadi korban di-olok² itu kadrun yemn mancing² nantang perang.