






Daniel Hananya Sinaga:
Memang ngeri perseteruan klan Kei ini, klan yang cukup dikenal karena berhubungan dengan berbagai tindak kekerasan. Nggak tau apakah kali ini pelakunya terafiliasi dengan John Kei atau tidak. Polisi harus jaga situasi supaya tidak terjadi aksi saling balas yang meluas.
***
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas usai ditikam orang tak dikenal pada Minggu (19/4/2026).
Nus Kei tewas ditikam oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 11.25 WIT.
Dia baru saja tiba dari Jakarta untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar pada 23 April 2026, di mana ia direncanakan maju kembali sebagai calon ketua.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan korban tiba-tiba diserang menggunakan sebilah pisau, sebelum pelaku melarikan diri dari lokasi.
“Korban tiba-tiba ditikam menggunakan sebilah pisau oleh orang tak dikenal, lalu pelaku melarikan diri,” kata Rositah.
Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Polisi kemudian bergerak cepat dan dalam waktu kurang dari dua jam berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Keduanya kini diamankan di Satreskrim Polres Maluku Tenggara untuk menjalani pemeriksaan intensif.
*UPDATE: SALAH SATU PEKALU ADALAH KEPONAKAN JOHN KEI
Dua tersangka kasus pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, berhasil ditangkap pada hari yang sama, Minggu (19/4/2026).
Mereka adalah Hendrikus Rahayaan alias Hendra (28) yang merupakan keponakan John Kei dan Finansius Ulukyanan alias Finis (36).
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan ini diduga dipicu oleh dendam lama yang belum terselesaikan.
Sebagai catatan, Nus Kei sebelumnya memang diketahui memiliki konflik dengan kelompok John Kei, yang tak lain adalah paman dari salah satu tersangka, Hendra.
Pada tahun 2020, rumah Nus Kei di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, pernah diserang oleh sekelompok orang yang diduga bagian dari kelompok tersebut.
Polisi juga menyebut bahwa kedua tersangka meyakini Nus Kei terlibat dalam pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun atau Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu.
Keyakinan tersebut kemudian memicu aksi balas dendam yang berujung pada tragedi penikaman.
Peristiwa penikaman terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4), sekitar pukul 11.10 WIT.
Saat itu, Nus Kei baru saja mendarat dari penerbangan asal Ambon. Dua pria langsung menyerangnya hingga korban mengalami empat luka tusukan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menanggapi insiden ini, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengimbau seluruh kader agar tetap waspada namun tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.







yg kyk gini direkrut Golkar…jd ketua DPD pula
hadeuh..mau jd apa Maluku?
gak heran,airlangga hartarto kasus cpo sawit punya banyak preman peliharaan kok