
Mundurnya Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Sampang Imamatul Maghfiroh yang diduga mengalami depresi. Imamatul Maghfiroh merupakan kepala SPPG milik Polres Sampang.
Imamatul Maghfiroh yang dikabarkan mengalami gangguan suasana hati tersiar sejak Rabu (15/4) dan menjadi buah bibir warga sampai Kamis (16/4).
Sementara itu Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Sampang Ratna Nur Handayani ikut bungkam terkait tidak beroparasinya SPPG Kemala Bhayangkari.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) telah menghubungi kedua belah pihak atas polemik tersebut. Saat dihubungi berkali-kali melalui sambungan telepon WhatsApp (WA), yang bersangkutan tidak merespons. Pesan WA juga tidak berbalas.
Polemik ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat Sampang dan memicu kritik terhadap instansi terkait.
Berikut adalah poin-main poin terkait situasi tersebut:
- Penyebab Pengunduran Diri: Berdasarkan keterangan Kapolres Sampang AKBP Hartono, pengunduran diri tersebut diajukan dengan alasan kesehatan. Namun, informasi yang beredar luas di media lokal menyebutkan adanya dugaan depresi yang mendalam. Hingga kini, Imamatul Maghfiroh sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
- Dampak Operasional: Berhentinya Imamatul Maghfiroh menyebabkan operasional dapur SPPG Polres Sampang terhenti total. Hal ini berdampak langsung pada terhentinya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di beberapa sekolah, termasuk SMA Negeri 1 Sampang, yang sudah tidak menerima bantuan selama lebih dari satu bulan.
- Kritik terhadap Badan Gizi Nasional (BGN): Kelompok masyarakat seperti Madura Development Watch (MDW) mengkritik Koordinator Wilayah BGN Sampang karena dinilai kurang responsif dan terkesan bungkam dalam menyelesaikan polemik internal di SPPG tersebut.
- Upaya Pemulihan: Pihak kepolisian menyatakan telah menunjuk pejabat pengganti dan menargetkan operasional dapur SPPG akan kembali berjalan normal dalam waktu dekat guna melanjutkan distribusi bantuan gizi bagi para siswa.






