Laporan Prancis: UEA diam-diam membangun pangkalan militer untuk Israel di dekat Bab al-Mandab

Surat kabar Prancis Le Monde telah menerbitkan laporan berjudul: “UAE discreetly builds military base in Somaliland for US and Israel” (UEA diam-diam membangun pangkalan militer di Somaliland untuk AS dan Israel), yang mengungkapkan bahwa Bandara Berbera di wilayah Somaliland yang tidak diakui secara internasional sedang diubah menjadi pangkalan militer di dekat Bab al-Mandab salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk kepentingan Abu Dhabi, Tel Aviv, dan Washington.

Somaliland, yang ibu kotanya adalah Hargeisa, terletak di Teluk Aden, salah satu jalur maritim tersibuk di dunia. Wilayah ini memiliki garis pantai sekitar 800 kilometer, sementara Pelabuhan Berbera memegang posisi strategis di dekat Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur air terpenting di dunia untuk perdagangan global dan pasokan energi antara Asia dan Eropa. Wilayah ini, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, sejak itu menjadi fokus perhatian bagi kekuatan regional dan internasional. Hal itu mendorong Israel untuk mengakui Somaliland sebagai wilayah merdeka di tengah penolakan Mesir, Arab, dan Islam.

Le Monde juga mengatakan bahwa kerja sama keamanan antara Israel dan Somaliland telah meningkat melalui kunjungan timbal balik oleh delegasi militer dan intelijen, pelatihan perwira Somaliland di Tel Aviv, dan kunjungan tim militer Israel ke pangkalan Berbera.

Berikut adalah poin-poin utama dari laporan tersebut dan konteks strategis di baliknya:

1. Transformasi Bandara Berbera

  • Lokasi Strategis: Bandara Berbera di Somaliland (wilayah yang secara internasional belum diakui dan memisahkan diri dari Somalia) sedang diubah menjadi pangkalan militer besar.
  • Fungsi Utama: Pangkalan ini terletak di Teluk Aden, sangat dekat dengan Selat Bab al-Mandab, yang merupakan jalur transit bagi sekitar 12% perdagangan global.
  • Pendanaan Uni Emirat Arab (UEA): Pembuatan dan modernisasi fasilitas militer ini didanai penuh oleh UEA. Sebagai imbalan, UEA memegang pengaruh investasi besar di pelabuhan sekitarnya melaui raksasa logistik DP World.

2. Kepentingan Israel dan Amerika Serikat

  • Akses Operasional: Meskipun dibangun oleh UEA, pangkalan udara dan pelabuhan air dalam ini dirancang untuk memfasilitasi operasi militer dan intelijen Amerika Serikat dan Israel.
  • Dukungan jet tempur: Analisis citra satelit menunjukkan adanya hanggar pesawat yang diperkeras (hardened aircraft shelters) yang berpotensi digunakan sebagai pos pertahanan depan bagi jet tempur Israel untuk memproyeksikan kekuatan di Laut Merah.
  • Imbalan Diplomatik: Laporan diplomatik mengindikasikan bahwa sebagai imbalan atas hak penempatan militer ini, UEA bertindak sebagai mediator untuk mendorong pengakuan resmi Israel atas kemerdekaan Somaliland beserta investasi finansial masa depan.

3. Target Strategis: Yaman dan Iran

  • Menangkal Proksi Iran: Berbera menjadi titik perimeter krusial bagi Israel untuk meluncurkan serangan atau memantau pergerakan kelompok perlawanan Houthi di Yaman.
  • Keamanan Jalur Maritim: Dengan ketegangan regional yang melibatkan konflik AS-Israel dengan Iran dan blokade perdagangan di Laut Merah, pangkalan ini memberikan kendali penuh untuk mengamankan navigasi kapal dagang maupun kapal militer dari Samudra Hindia menuju Laut Mediterania.

4. Jaringan Pangkalan UEA di Sekitar Selat

Proyek di Somaliland ini melengkapi “cincin kendali” maritim yang dibangun UEA di sekitar Yaman. Sebelumnya, UEA juga telah bekerja sama dengan Israel untuk membangun fasilitas intelijen bersama di Pulau Abd al-Kuri (bagian dari Kepulauan Socotra milik Yaman) serta infrastruktur landasan pacu militer di Pulau Mayun (Perim) yang berada tepat di tengah-tengah Selat Bab al-Mandab.

Sumber: MEMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar