Kalian tau gak?
DKI Jakarta itu menyumbang 5,8 miliar ke NTT. Tapi kita lihat, apakah Pramono Anung terjun langsung ke NTT? Nggak kan?
Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyumbang 1 miliar ke NTT. Tapi apakah Sri Sultan Hamengku Buwono nya terjun langsung ke NTT? Nggak juga kan?
Provinsi Kaltim juga menyumbang 2,5 miliar rupiah ke NTT.
Jawa Timur juga mengirimkan puluhan tong logistik. Personel SAR sampai tenaga medis ke NTT.
Provinsi-provinsi lain juga banyak yang menyumbang ke NTT.
Tapi pertanyaannya, kenapa para kepala daerah itu tidak terjun langsung seperti KDM ke NTT?
Padahal kalau mereka mau, mereka juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh KDM. Terjun langsung, diusungan langsung ke lokasi bencana di NTT. Bawa tim, bawa kamera sebanyak-banyaknya, bikin konten sebanyak-banyaknya. Elektabilitas bisa naik. Mereka bisa dipuji-puji tuh sama masyarakat.
Tapi kenapa mereka tidak lakukan itu?
Pertama, karena mereka paham soal batas kewenangan daerah.
Yang kedua, mereka paham soal skala prioritas. Mereka sadar bahwa di daerah mereka sendiri masih banyak masalah domestiknya. Terus kalau mereka terjun langsung ke lokasi bencana di daerah lain, sementara persoalan di daerahnya juga masih menumpuk, masih belum terselesaikan, ini akan menciptakan kesan bahwa mereka lepas tanggung jawab dari persoalan domestiknya.
Karena peduli terhadap bencana itu, bukan harus terjun langsung seperti yang dilakukan oleh KDM. Cukup kirimkan bantuan, apa yang dibutuhkan, dan cukup kirimkan tim untuk mengontrol bantuan itu. Bukan sibuk terjun langsung ke lokasi bencana, bikin jumpa fans, bikin konten.
Ketiga, para kepala daerah lain itu tidak terjun langsung ke lokasi bencana bukan karena mereka tidak mau atau tidak bisa, tapi karena mereka paham soal etika birokrasi.
👇👇








dibilangin dm ini mulyono versi 1.1 yg berubah cuma gaya pencitraan doang, cuma rakyat indonesia kan gampang ditipu