Netizen: Maz, katanya km wong NU, tapi kok hobi sekali nyerang acara-acara NU?
Ustadz M. Anwar Rifa’i: Sek sek, sebentar. NU yang mana? Tolong tunjukkan ke saya Referensi yang menjelaskan bahwa NU memperbolehkan mengadakan acara yang menampilkan tarian-tarian apalagi yang TAK SENONOH itu.
Di akun media sosialnya (fb) Ustadz M. Anwar Rifa’i memang kerap mengkritik hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Tapi oleh mereka yang taklid buta (ashobiyah) dianggap ‘menyerang’. Padahal itu adalah pengamalan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ»
“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
***
M. Anwar Rifa’i, S.Pd., ME., adalah seorang dosen Ekonomi Syariah dengan latar belakang pendidikan, pengalaman pesantren, dan aktivitas organisasi yang kaya. Selain pendidikan formal, perjalanan akademiknya juga didukung oleh pengalaman mendalam di lingkungan pesantren. Beliau pernah menimba ilmu di beberapa pesantren terkemuka, termasuk Pondok Pesantren Subulussalam Sriwangi, Pondok Pesantren Blokagung Banyuwangi, dan Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Pare Kediri.
Selama di pesantren, M. Anwar Rifa’i menunjukkan dedikasinya dalam kegiatan keilmuan, terutama di Forum Bahtsul Masail, sebuah forum diskusi hukum Islam. Beliau tidak hanya aktif sebagai peserta, tetapi juga dipercaya menjadi Ketua Forum Bahtsul Masail Kawedanan Pare Kediri pada periode 2016–2018.






