Bupati Pesisir Selatan Dikenakan Jaket PSI, Istri Beri Pesan buat Surya Paloh

Hendrajoni Dikenakan Jaket PSI, Lisda Beri Pesan buat Surya Paloh

Suami pindah ke PSI, istri tetap di NasDem. Apakah bisa? Tidak. Setidaknya, tidak murni. Hanya strategi politik. Lebih ekstremnya, akal-akalan politik. Main dua kaki. Coki duo nokang. Cari dua kesempatan.

Itulah setidaknya yang terjadi terhadap Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang pindah ke PSI dan istrinya, Lisda Hendrajoni, yang tetap di NasDem, karena duduk sebagai anggota DPR dari NasDem.

Hendrajoni memang sudah mentok. Jadi Ketua DPW NasDem Sumbar digantikan pula oleh Fadly Amran, menjelang Pemilu 2024. Maju Walikota Padang, Fadly menang pula. Coba, kalau kalah?

Kemenangan Hendrajoni di Pessel jadi percuma. Tiket untuk maju Gubernur Sumbar bisa dipastikan untuk Fadly Amran, bukan Hendrajoni. Mau tak mau Hendrajoni harus mencari tiket dari partai lain.

PSI adalah salah satu alternatif. Kenapa alternatif? Karena ternyata, istrinya yang merupakan anggota DPR dari NasDem tak mengikuti langkahnya ke PSI. Foto istrinya dengan Surya Paloh cepat beredar menandingi foto Hendrajoni mengenakan jaket PSI.

Artinya, masih galau. Masih cek ombak. Keseriusan PSI masih diuji. Kalau peluang PSI di Sumbar tak perlu diuji. Pastilah minim sekali. Tapi setidaknya langkah Hendrajoni ini pesan tersendiri buat Surya Paloh. Ada dua kadernya yang membidik Gubernur Sumbar.

Sebetulnya peluang Hendrajoni dan Fadly Amran itu sama besarnya. Sayang, posisi Gubernur Sumbar itu hanya satu orang saja. Tapi usai bencana akhir tahun ini, popularitas Fadly Amran cenderung menurun. Banyak tertutup oleh Wagub Sumbar Vasco Ruseimy (Gerindra).

Kalau Hendrajoni relatif stabil. Apalagi ia mirip almarhum Nasrul Abit di masanya. Tokoh satu-satunya yang mewakili daerah Pesisir Selatan. Bisa digandeng sebagai Wakil Gubernur dan cocok juga maju sebagai Gubernur. Pesan ini akan disampaikan Lisda Hendrajoni.

Makanya ia mestinya tak perlu buru-buru gabung PSI. Dan memang tidak. Buktinya SK sebagai Ketua DPW PSI belum diambilnya. PSI belum pernah punya jejak di Sumatera Barat dan sulit bagi Hendrajoni, kecuali memang rumor ‘amunisi tak terbatas’ (dari Solo) itu benar adanya.

(Oleh: Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *