Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, tercatat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco di situs resmi perusahaan.
Latar belakangnya adalah lulusan D3 Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung (politeknik ini sudah dicabut izinnya). Ia sempat mendaftar S1 Teknik Industri di ISTN tahun 2014 tapi kemudian mengundurkan diri.
Mufli mengawali karirnya menjadi sebagai bodyguard atau tim pengawal keluarga Raffi Ahmad-Nagita Slavina, bertugas menjaga keamanan sehari-hari, mengurus jadwal Raffi yang padat, menangani panggilan & korespondensi, mengatur perjalanan & akomodasi (termasuk ke luar negeri), mendampingi kegiatan RANS Entertainment, serta ikut terlibat dalam momen keluarga seperti menjaga ibu Raffi di RS; ia dianggap sudah seperti keluarga dan karyawan tetap RANS.
Berdasarkan UUPT, dewan komisaris itu tugasnya mengawasi atas kebijakan direksi, jalannya pengurusan Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi. Dengan latar belakang seperti itu, penunjukan ini membuat netijen banyak yang mempertanyakannya, dan muncul diskusi soal relasi vs kompetensi, dengan reaksi publik mayoritas kaget dan kritis terhadap pola pengangkatan jabatan seperti ini.
Krakatau Posco itu sendiri adalah perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang merupakan BUMN dengan POSCO dari Korea Selatan, masing-masing memegang 50 persen saham, dan perusahaan ini mengoperasikan pabrik baja terintegrasi di Cilegon, Banten, yang memproduksi steel slab, hot rolled coil, serta pelat baja untuk kebutuhan kapal, infrastruktur, pipeline, dan otomotif sejak mulai produksi komersial tahun 2014 dengan kapasitas sekitar 3 juta ton per tahun.
Karena kepemilikannya setengah BUMN dan setengah perusahaan swasta asing, maka Krakatau Posco bukan BUMN, melainkan perusahaan swasta biasa berbentuk PT yang beroperasi secara mandiri meskipun ada keterlibatan BUMN di dalamnya.
Penunjukan Mufli menyebabkan orang menduga atau curiga (meski sulit dibuktikan secara legal) bahwa dia masuk via jalur orang dalam (ordal).
Sejak jaman kuno, jalur ordal pada umumnya memang sering lebih efektif dan efisien untuk naik di jenjang karir. Jalur ordal ini pada zaman rezim orba biasanya menggunakan apa yang diistilahkan pake bahasa Belanda: “katebeletje” (artinya: memo atau surat/catatan singkat)
Pada masa Orba itu, katebeletje merujuk pada selembar nota atau memo singkat dari pejabat tinggi atau orang yang sangat berpengaruh. Isinya bisa hanya beberapa kalimat, misalnya:
“Mohon dibantu.”
“Harap diperhatikan.”
“Agar diproses sebagaimana mestinya.”
Walaupun sangat singkat, memo seperti ini hampir selalu dipatuhi oleh bawahan karena dianggap mencerminkan kehendak pejabat/petinggi atau orang berpengaruh yang menulisnya.
(Triwibowo Budi Santoso)








wah…. keren bingits tuh Mufli Budi Ananda, posisi yang pas seharusnya security eh jadi Komisaris 🏃♂️🏃♂️
Hdeehhh…nasiiibbb…nasiiiibb…‼️
si Aris ODGJ/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI gagal lagi dapat jabatan. Yaaahhh…akhirnya nganggurrr lagiii…🤣😁😂😝
Prulukan menyan nya manjur kaya bos nya ; seguru.
Af lu ga iri pdhl luh jilatannya super militan tp ga fapat apa2 kasian betul
padahal AF dah dibilangin ama Drun Gobi dari kemarin buat memanjangkan lidah nya agar jilatan nya semakin mantap dan cepat dapat jabatan…
🤣🤣🤣👍👍👍