Bukan Parlemen, Bukan Partai! Menteri Sementara Nepal Dipilih Hanya Lewat Discord

Nepal kembali menorehkan catatan bersejarah dalam dunia politik. Untuk pertama kalinya, jabatan menteri sementara berhasil ditentukan bukan melalui parlemen atau kesepakatan partai, melainkan lewat pemungutan suara digital yang digelar di platform Discord.

Proses ini muncul setelah kebuntuan politik melanda negara tersebut. Kursi menteri dalam negeri dibiarkan kosong usai perpecahan koalisi yang menghambat pengambilan keputusan. Sebagai jalan keluar, komunitas “Digital Democracy Nepal” menggagas mekanisme pemilihan alternatif berbasis daring, yang memungkinkan partisipasi luas masyarakat.

Selama dua hari penuh, ribuan warga Nepal, termasuk diaspora yang tersebar di berbagai negara, aktif berdiskusi dan memberikan suaranya di kanal khusus Discord. Transparansi dianggap terjaga karena setiap suara terekam secara terbuka dan hasilnya bisa dipantau real time.

Hasil akhir menunjukkan Sushila Karki keluar sebagai pemenang dengan dukungan 50 persen dari total 7.711 suara. Sosok Karki bukanlah nama asing bagi rakyat Nepal. Ia dikenal luas sebagai mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal dan perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut pada 2016.

Penetapan ini langsung menuai sorotan. Banyak pihak memuji langkah tersebut sebagai terobosan menuju demokrasi digital, sementara sebagian lainnya menyoroti aspek legalitasnya. “Walau masih menimbulkan perdebatan hukum, ini jelas tonggak baru yang menunjukkan bagaimana teknologi bisa mendorong partisipasi rakyat,” ungkap Ramesh Gautam, pengamat politik dari Universitas Tribhuvan.

Dalam pernyataannya, Karki menegaskan akan menjalankan mandat ini dengan penuh tanggung jawab. “Suara rakyat, baik di dalam negeri maupun luar negeri, adalah amanah besar. Saya akan berupaya menjaga stabilitas hingga pemilu resmi digelar,” ujarnya.

Wah, keren juga ya kalau begini pemilu bisa hemat Ratusan triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *