Lima tahun sebelum Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi Nabi, orang Quraisy merobohkan Kakbah dan membangunnya ulang.
Yang merancang struktur baru: seorang tukang Romawi bernama Baqum. Ia adalah korban kapal karam di pelabuhan Syu’aybah.
Pemicunya dua. Seorang perempuan membakar dupa di dekat Kakbah, percikan apinya menyambar kiswah, lalu temboknya yang rapuh ikut melemah.
Kemudian, sekelompok pemuda membongkar sumur di rongga Kakbah dan mencuri harta simpanannya.
Di saat yang sama, sebuah kapal Romawi karam di Syu’aybah, pelabuhan Mekkah sebelum Jeddah. Orang Quraisy mengangkut kayunya ke Mekkah, beserta seorang tukang di dalamnya.
Tukang kayu itulah yang bernama Baqum.
Bagi yang belum tahu, najjar sekaligus banna’ artinya tukang kayu sekaligus tukang batu.
Al-Azraqi mencatat di Akhbar Makka (ed. Ali Omar, hlm. 124):
ثُمَّ إِنَّ سَفِينَةً لِلرُّومِ أَقْبَلَتْ… فَأَخَذُوا خَشَبَهَا وَرُومِيًّا كَانَ فِيهَا يُقَالُ لَهُ: بَاقُومُ، نَجَّارًا بَنَّاءً
“Sebuah kapal Romawi datang… Mereka mengambil kayunya dan seorang Romawi di dalamnya bernama Baqum, tukang kayu sekaligus tukang bangunan.”
Hasil rancangan Baqum: tinggi Kakbah dinaikkan jadi 18 hasta, dari sebelumnya setinggi 9 hasta. Pintu diangkat ke atas permukaan tanah, atapnya rata, dan ada enam tiang dalam dua barisan di dalam ruangan (Akhbar Makka, hlm. 130).
Strukturnya bertahan 88 tahun, dan baru dibongkar Ibn al-Zubair setelah Kakbah terbakar pada tahun 64 H.
Jadi, sepanjang masa kenabian Nabi Muhammad ﷺ, sampai 53 tahun setelah wafatnya, ternyata Kakbah yang berdiri di Mekkah adalah rancangan seorang tukang Romawi yang nyasar ke sana karena kapalnya karam.
(Rumail Abbas)







subhanallah