✍🏻Ustadz Muhammad Abduh Negara
Syekh Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi memiliki karya-karya di bidang fiqih, seperti Fiqh ath-Thaharah, Fiqh ash-Shalah, Fiqh ash-Shiyam, Fiqh az-Zakah, Fiqh al-Hajj wa al-‘Umrah, Fiqh al-Jihad, al-Halal wa al-Haram, dan lain sebagainya.
Namun, berbeda dengan banyak karya ulama lainnya, beliau tidak sedang menulis ensiklopedi fiqih yang memuat beragam pendapat ulama, beliau tidak menulis fiqih mengikuti madzhab fiqih tertentu atau mensyarah matan tertentu, bahkan beliau tidak ‘sekadar’ menulis ‘fiqih dalil’ (istilah yang digunakan sebagian kalangan).
Beliau menulis fiqih untuk menjawab persoalan kontemporer, menjawab persoalan kekinian yang relevan dan memang dihadapi oleh masyarakat saat ini, disertai dalil dan istidlal yang kuat, tetap merujuk pada pendapat ulama klasik, namun tidak sekadar merujuk, melainkan menganalisis dan mentarjih, lalu menyesuaikannya dengan ‘manhaj’ beliau yang mendahulukan qath’i dari zhanni, memperhatikan maqashid dan qawa’id kulliyyah, serta mempertimbangkan aspek kemudahan dan fleksibilitas fiqih.
Terserah sebenarnya, anda mau menganggap karya-karya beliau ini mu’tabar atau tidak. Tapi bagi saya, sangat disayangkan sekali jika ada orang yang bergelut dalam fiqih Islam saat ini, tapi sengaja meninggalkan karya beliau dan tidak beristifadah (mengambil faedah/manfaat) darinya.
(*)






