KETOLOLAN BERUBAH JADI AROGANSI

Ketololan yang diperlihatkan dalam Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 yang digagas MPR RI di Kalimantan Barat itu tak hanya dipertontonkan oleh dua dewan juri itu, tapi juga oleh pembawa acaranya, termasuk peserta yang menjawab kemudian yang dibenarkan dan para penonton yang menyaksikan.

Bukannya membela peserta yang sudah menjawab dengan benar itu, tapi pembawa acara justru membenarkan dewan juri yang keliru, yang kemudian dibenarkan lagi oleh dewan juri kedua. Dan peserta lainnya yang menjawab sama dengan jawaban yang pertama, justru enaknya saja diberi nilai 10, dan lawannya dikurangi nilai 5.

Terlihat sekali peserta yang sudah menjawab dengan benar itu kesal, sampai meminta bantuan penonton bahwa ia sudah menjawab dengan benar, tapi penontonnya juga tak berani bersuara, hingga dewan juri kembali menegaskan kekuasaannya, dan dibenarkan oleh dewan juri lainnya, termasuk pembawa acara, khususnya yang perempuannya.

Menurut saya bintangnya hanya satu orang, yakni Josepha Alexandra yang akrab disapa Ocha itu, siswi dari SMAN 1 Pontianak. Selebihnya, tak ada lagi yang layak dijadikan bintang.

Ya, betul. Ketololan yang dipertontonkan dalam Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 ini sebuah cermin bahwa kebenaran itu bisa saja disalahkan karena faktor yang sederhana. Salah dengar, misalnya. Tapi kesalahan yang sederhana itu dipertahankan dengan berbagai cara, sehingga kesalahan itu bisa dibenarkan atau dimaklumi. Maka, ketololan berubah menjadi arogansi.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. jadi inget sopir taxi berhenti pinggir jalan dipaksa tilang sama polisi karena parkir sembarangan… memang ada tanda P coret, tapi posisi beliau adalah di dalam mobil dan mesin menyala.. tetep kekeuh di tilang, dan host tipi-nya juga malah bernarasi mendukung

  2. Tuh kan gak salah gue kalau yang namanya TerMul dan TerWo itu TOLOL. Dan yang bikin sedih itu TOLOLnya adalah virus yang menular dan terus dipertontonkan di negeri ini.

  3. Jurinya dr anggota sekjen MPR, MPR skrg yg sekaligus anggota DPR dikuasai partai pendukung pemerintah, pemerintahnya diisi orang2 yg pinter njilat presiden, presidennya yg milih & dibela mati2an sm Erizal ini … jd yg goblok siapa? Goblok renteng namanya …

  4. ini sama dengan kasus ijazah palsu…. Sudah jelas dan pasti palsu tapi masih banyak dibela.. padahal yg membela juga belum pernah lihat keaslian ijazahnya…tapi tetap memaksa membela sampai semua mengatakan itu asli…. Untung ada para pejuang kebenaran yg kekeuh mengatakan ijazah itu palsu….