Presiden Erdogan sampaikan belasungkawa atas syahidnya putra pemimpin Hamas Khalil Al-Hayya oleh serangan Israel di Gaza

Selama kunjungan Menlu Turki, Hakan Fidan ke Doha, Qatar, bertemu dengan para pemimpin Hamas, Presiden Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada Al-Hayya.

▪️ Saudara Mujahid Dr. Khalil Al-Hayya, Ketua Hamas di Jalur Gaza, hari ini menerima telepon dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyampaikan belasungkawa atas kematian putra keempatnya, Azam, selama kunjungan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, di Qatar.

▪️ Presiden Erdogan menegaskan solidaritasnya dengan Saudara Mujahid Khalil Al-Hayya, keluarganya, dan seluruh rakyat Palestina. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyampaikan belasungkawa kepada Dr. Al-Hayya di kantornya di Doha dan memuji ketahanan, pengorbanan, dan kesabaran rakyat Palestina yang tiada tara.

▪️ Dari sisinya, Ketua Hamas di Gaza menyampaikan penghargaannya atas telepon dan kunjungan tersebut, menekankan bahwa apa yang dilakukan musuh Zionis terhadap rakyat kami hanya akan memperkuat dan meneguhkan tekad rakyat kami untuk mempertahankan hak-hak dan prinsip-prinsip mereka.

Khalil al-Hayya, yang memiliki tujuh putra laki-laki, telah kehilangan empat di antaranya dalam kurun waktu berbeda: 

  • Hamzah al-Hayya (putra sulung) syahid pada 2008 dalam serangan Israel terhadap posisi Brigade Al-Qassam.
  • Usamah al-Hayya (putra tertua) syahid pada 2014 selama Perang Gaza (Operasi Protective Edge). Ia tewas bersama istrinya, Hala Saqr Abu Hein, serta dua anak kecil mereka, Khalil dan Imama, ketika rumah keluarga di lingkungan Al-Shujaiya dibombardir.
  • Humam al-Hayya, saudara kembar Azzam, syahid pada September 2025 dalam serangan Israel terhadap kompleks perumahan di Doha, Qatar. Bersamanya gugur Jihad Labbad, direktur kantor Al-Hayya.
  • Azzam al-Hayya menjadi yang terbaru, 7 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. erdogan punya rudal antar benua juga percuma, tidak digunakan untuk membela saudaranya yg digenosida di depan matanya, kelak semua kekuasaan yg dia pegang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

    inilah yg membedakan penguasa islam dan sekuler, selemah2nya kekhilafahan ustmani masih misa melindungi tanah palestina, sekuat2nya penguasa sekuler tidak satu pelurupun yg ditembakan untuk membela umat islam yg teraniaya