Dr. Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas di Jalur Gaza dan ketua delegasi perundingan gerakan tersebut, kembali kehilangan seorang putra. Pada Kamis, 7 Mei 2026, Azzam Khalil al-Hayya (34) meninggal dunia di Rumah Sakit Al-Shifa akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan drone Israel di kawasan Al-Daraj, timur Kota Gaza, sehari sebelumnya.
Azzam adalah putra keempat Al-Hayya yang gugur sejak pecahnya konflik besar tahun 2023. Ia syahid bersama Hamza al-Sharbasi, sementara beberapa warga lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Khalil al-Hayya, yang memiliki tujuh putra laki-laki, telah kehilangan empat di antaranya dalam kurun waktu berbeda:
- Hamzah al-Hayya (putra sulung) syahid pada 2008 dalam serangan Israel terhadap posisi Brigade Al-Qassam.
- Usamah al-Hayya (putra tertua) syahid pada 2014 selama Perang Gaza (Operasi Protective Edge). Ia tewas bersama istrinya, Hala Saqr Abu Hein, serta dua anak kecil mereka, Khalil dan Imama, ketika rumah keluarga di lingkungan Al-Shujaiya dibombardir.
- Humam al-Hayya, saudara kembar Azzam, syahid pada September 2025 dalam serangan Israel terhadap kompleks perumahan di Doha, Qatar. Bersamanya gugur Jihad Labbad, direktur kantor Al-Hayya.
- Azzam al-Hayya menjadi yang terbaru, 7 Mei 2026.

Jenazah Azzam dimakamkan Kamis siang di Gaza dengan dihadiri ribuan warga. Prosesi pemakaman berangkat dari Rumah Sakit Al-Shifa, di mana ribuan orang menyampaikan penghormatan terakhir.
Meski telah kehilangan empat putra, Al-Hayya dikenal tetap tegar dalam sikap publiknya.
Atas syahidnya putra ke-4 Azzam, Dr. Khalil Al-Hayya, melalui video mengirim pesan kepada rakyat Palestina:
“Kami dari kalian dan bergerak untuk kalian. Sungguh para penjajah itu telah keliru jika mengira dengan menarget para pemimpin kita —berikut keturunan mereka— akan melepaskan keinginan kita untuk melawan. Sungguh mereka telah terjebak pada kekeliruan, sangat keliru.”
Dalam berbagai kesempatan ia menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara para syuhada di Gaza dengan anak-anaknya sendiri, “Allah telah memuliakan kami sebagaimana Dia memuliakan seluruh keluarga-keluarga Palestina,” ujarnya dalam salah satu pernyataan sebelumnya.
Al-Hayya terus aktif memimpin delegasi Hamas dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran tahanan, meski keluarganya berulang kali menjadi sasaran.
Keluarga Al-Hayya kini menjadi simbol ketahanan dan pengorbanan di kalangan pendukung perlawanan Palestina. Bagi banyak warga Gaza, kisah mereka mencerminkan realitas pahit ribuan keluarga lain yang juga kehilangan sanak saudara dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Rahimahumullah wa taqabbalahum minasy-syuhada.
(Ustadz Ihsanul Faruqi)







zionist kurang biadab apa coba
kok ya idola si af rasis malah ngomong : Israel harus dijamin keamanannya …