Pendukung LGBT makin songong

✍🏻Cakra Adi Negara

Kalau ada orang yang pro sama LGBT terus pakai senjata “orientasi seksual” berbeda dengan Ideologi. Share argumentasi saya ini untuk menendang pola pikir mereka.

Saya sepakat, LGBT itu masih punya HAM. Mereka tetap diberikan hak untuk memilih di Pemilu, mereka tetap diberikan hak untuk mendapatkan jaminan hukum ketika mendapatkan kriminalisasi, bullying atau penganiayaan yang melanggar hukum. Mereka tetap diberikan hak untuk berpendapat. Mereka pun juga tetap diberikan hak untuk menempuh pendidikan dan memiliki hidup yang layak sesuai amanat UUD 1945.

Tapi ideologi tentang penyimpangan seksual tidak ada ruang di negeri ini. Itu harga mati. Dan perlu digaris bawahi, bahwa hak yang mereka dapatkan di atas itu bukan karena mereka LGBT, tapi karena mereka Warga Negara Indonesia dan MANUSIA.

Jadi jangan mau terima argumen mentah seperti: “Ini kan orientasi seksual, berarti harusnya menjadi ranah privasi yang nggak boleh diganggu oleh negara.”

Menurut saya, itu adalah kecacatan dalam berpikir. Kalau orientasi seksual menjadi privasi yang tidak boleh dimoderasi oleh negara, berarti pasal perzinahan tidak boleh ada. Dan pernikahan tidak boleh disensus dan dicatat oleh negara. Lebih ekstrimnya lagi negara nggak boleh menyelenggarakan pernikahan. Jadi jangan merengek-rengek kalau Suami/Istri Anda selingkuh, atau anak-anak Anda berbuat maksiat, terus lapor pakai pasal perzinahan. Nanti dibalikin lagi sama negara: “Lho, itu kan privasi kamu? Ya uruslah sendiri privasi kamu.”

Dan kalau mau menikah, jangan daftar ke KUA atau Dukcapil. Nanti bakal dibalikin lagi sama negara: “Lho, itu kan privasi kamu? Ya menikah aja sendiri sana sesuai kaidah agamamu.”

Apa jadinya kalau pemikiran liberal kayak begini dibiarkan? Negara kita bakal jadi bangsa yang miskin moral. Nggak punya dasar nilai yang kuat. Kalau bangsa kita udah miskin moral, siap-siap aja gampang dipermainkan sama asing. Dan siap-siap aja bakal ada invasi “Divided Et Impera” jilid II. Kalau udah di tahap itu, jangankan rudal, ngehancurin negara kita cuma cukup kasih propaganda aja. Ntar juga berantakan sendiri. Emangnya mau bangsa kita bakal dianggap selemah itu oleh asing?

Closing statement dari saya:

Jangan pernah memberikan ruang untuk ideologi LGBT. Tapi jangan juga menyingkirkan orangnya. Mereka masih bisa sembuh, masih bisa menjadi kita yang normal. Jangan hanya karena mereka menyimpang, lalu kemudian kita punya hak untuk menindas.

Tolak ideologinya, lalu arahkan mereka ke jalan yang benar. Berpikir boleh, tapi juga harus bernalar.

Tuhan panjangkan umur mereka bukan karena Tuhan meridhoi perbuatan mereka, tapi karena Tuhan kasih kesempatan mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Sama halnya seperti kisah Nabi Luth AS. Tuhan nggak langsung adzab kaum Sodom, Tuhan kasih kesempatan buat mereka dengan menurunkan Nabi-NYA terlebih dahulu untuk diarahkan ke jalan yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *