BY Tere Liye
Saat kereta Argo menabrak KRL, bangsa ini pinter-pinter deh; mereka melakukan analisis kronologis, bahwa itu berasal dari kejadian taksi menerobos palang pintu. Bahkan, netizen menganalisis lebih dalam lagi, sampai ke Ormas, dll dsbgnya. Pinter semua.
Dan nyaris semua kompak.
Tapi untuk urusan beginian. Entah kenapa, jadi somplak.
Kalian tahu apa sih “hulu” alias “pemicu” utama kejadian-kejadian begini di Indonesia? Ijasah asli JOKOWI.
Sorry, saya tidak akan menuduh ijasah siapapun palsu. Karena itu bukan urusan saya. Toh, saat saya nyari editor, layouter, ilustrator, bahkan staf toko online pun, saya TIDAK lihat ijasah mereka. Cuma ditanya simpel: “pernah ngedit apa saja?”, “rumahmu jauh tdk?”, “mau belajar kerja?”. Hari gini ijasah itu tdk penting.
Tapi ribut-ribut ini sudah sangat mengganggu.
Adalah realitas, ada yang tidak percaya ijasah Jokowi. Dan jawaban hanya datang dari UGM (yg mantan rektornya adalah menteri Jokowi), penggantinya juga pilihan pemerintah berkuasa. Juga jawaban dari polisi yang lagi-lagi adalah bagian dari pemerintah. Itu tuh masuk akal sekali ada yg tetap tidak mau percaya.
Apa solusinya? Tunjukkan ijasah aslinya.
Duh, hal sesepele ini saja bertahun-tahun, dan kemana-mana. Nyewa pengacara-pengacara mahal, menghabiskan waktu, tenaga, biaya. Bahkan pengadilan pun ditunda-tunda, muter-muter, bermain-main dgn restorative justice. Tidak pernah loh pengadilan digelar, dan ijasah ini ditunjukkan. Kayak dihindari sekali.
Padahal, apa susahnya itu ijasah ditaruh di kotak kaca, taruh depan rumah Jokowi, kasih karpet merah, yang mau lihat dan foto, bayar Rp 10.000. Bisa miliaran tiket terjual, sumbangkan ke dapur MBG.
Nasib. Saat urusan beginian, entah kenapa logika jadi bodoh.
Gara-gara ijasah Jokowi ini, duuh Rabbi, kasus-kasus bermunculan, saling tuduh, saling fitnah. Dan itu serius saat ada yang membawa-bawa konflik Poso, Ambon, memutarbalikkan fakta, itu tuh benar-benar api dalam sekam. Crazy.
Kalian mau mengakui atau tidak, “hulu” kasus-kasus ini adalah: ijasah Jokowi.
Dan jika yang bersangkutan betulan negarawan, apa susahnya ditunjukkan. Sekali diperlihatkan secara terbuka, tentu masih ada yang ngeyel, TAPI ijasah itu sudah dikasih lihat. Yang masih ngeyel akan semakin tidak relevan. (fb)
*CATATAN admin: Ade Armando, Abu Janda, Grace, dll, mempermasalahkan ceramah JK di Masjid Kampus UGM saat bulan Ramadan. Ceramah yang sudah lama berlalu, dipotong, lalu dijadikan bahan provokasi, setelah JK meminta Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlarut-larut, bertahun-tahun. Permintaan JK yang simpel, malah dibalas oleh pembela-pembela Jokowi dengan memotong video ceramah JK dan dijadikan bahan provokasi. Inilah yang dibilang Tere Liye: sumber masalah dari rentetan ini adalah ijazah Jokowi. Dan sayangnya Jokowi tidak mau mengakhirinya dengan menunjukkan ijazahnya. Dengan kata lain sumber masalah segala keruwetan ini adalah JOKOWI.






