
Indonesia Darurat Pencabulan
Kasus pencabulan di pesantren, semakin hari semakin mengerikan. Polanya berulang. Lokasinya berbeda, tapi ceritanya mirip, para santri/wati dicabuli bertahun-tahun oleh pengurus atau pemilik pesantren.
Disclaimer dulu, agar jelas posisi saya. Anak saya sendiri adalah santri. Sudah hampir 6 tahun mondok, dan beberapa bulan lagi lulus SMA. Alhamdulillah, selama itu tidak ada kejadian yang melukai kepercayaan kami sebagai orang tua.
Artinya apa? Saya tidak sedang menyerang pesantren sebagai lembaga.
Saya tahu, banyak pesantren yang baik. Banyak kiai yang menjaga amanah. Banyak sistem yang berjalan dengan sehat.
Saya berbicara sebagai orang tua. Dan sebagai manusia yang masih punya empati.
Bayangkan orang tua yang hari ini ingin memasukkan anak perempuannya ke pesantren. Di satu sisi, mereka ingin anaknya belajar agama.
Di sisi lain, mereka dihadapkan pada kasus – kasus pencabulan seperti ini yang terus berulang.
Sebelumnya di Bandung, puluhan santriwati bertahun-tahun jadi korban kekerasan seksual. Sekarang Pati, lima puluh santri diduga mengalami hal yang sama.
Ini bukan lagi sekadar “kasus”, ini sudah mengarah ke pola yang berulang.
Ini indikasi masalah sistemik di Indonesia, lebih tepat sebagai fenomena gunung es. Yang muncul ke permukaan saja sudah semengerikan ini.
Bagaimana dengan yang tidak pernah terungkap?
Sudah berkali-kali kejadian seperti ini, negara tidak bisa cuma beraksi setelah kejadian. Penanganan pasca terungkapnya kasus saja tidak cukup, harus ada pencegahan yang nyata.
Harus sekarang juga!
(Kang Irvan Noviandana)







af alias aNTEK fUFUFAFA alias aNAK fUCK BabRun alias Babi guRun dan si Anonim BabRun pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon sangat bahagia dg berita beginian dan tak lama makhluk tolol itu akan komen. Di otak mereka, berita ini adalah sasaran empuk kegemarannya untuk menyerang Islam.
Kalian memang islamophobia, makhluk TANPA AKAL‼️
jika cuek dan menutup mata sebab menganggap ini aib maka akan selamanya santriwati jatuh menjadi korban ini selamanya di wakanda, sebab kasus ini banyak dan sering terjadi, harus ada solusi sebab selama ini semua lembaga resmi agama dan ormas agama di wakanda aja terkesan tutup mata dan terkesan ga ada langkah konkrit, ada anggapan ini aib umat makanya jadi ada terkesan menutup mata. lebih buruk lagi ada tuduhan bagi yg mengecam kasus ini sama aja melecehkan lembaga pondok yg suci makanya ga pernah tuntas sebab ada pengaburan substansi
solusinya adalah tidak ada sekolah yg menginap dan diasuh lawan jenis, jadikan semua sekolah formal dan modern, tirulah sekolah sekuler dan atau sekolah muhammadiyah, gitu aza kok refot
yg refot elu Tong…
orang dia ga minta uang sama elu kok
😂😂😂
jadi gapapa kasus dic*buli di pondok terulang? oalah pantes selama ini menutup mata
1 korban kiai gemblung dicambuk 100 kali.
kalo 50 korban berarti kakek rosa-rosa ini ibarat dihukum cambuk sampe modar.
kementrian pendidikan.. kementrian agama.. napa kasus masi berulang..!?
cari jalan kluarnya.. agar upah yg kalian terima barqah..