Sisa Semangat Amien Rais

Pak Amien Rais di 98 berhasil melengserkan Suharto, karena dia punya modal intelektual, pengaruh di tengah mahasiswa dan akademisi, punya gerbong ormas besar, ditambah kondisi sosial, politik, dan terutama ekonomi saat itu memang membuat Suharto harus lengser.

Amien Rais juga berhasil melengserkan Gus Dur, karena posisi politiknya saat itu sangat kuat sebagai Ketua MPR dan didukung oleh kekuatan Poros Tengah plus PDIP yang mendapatkan keuntungan dengan lengsernya Gus Dur (Mega naik jadi Presiden). Hal itu dikuatkan juga dengan berbagai tingkah Gus Dur yang terlalu nyeleneh dan sulit diterima para politisi saat itu.

Saat ini, Pak Amien Rais, Bapak Reformasi itu, hanya punya sisa semangat di usia tua, tapi tidak lagi memiliki berbagai kekuatan dan dukungan, sebagaimana di masa lalu. Karena itu, wajar sekali beliau tidak berhasil ‘melawan’ Jokowi, lalu Prabowo (dan Teddy) saat ini.

Tambah disayangkan lagi, orang-orang yang hanya melihat kiprah beliau saat ini, mungkin hanya melihat beliau sebagai kakek-kakek yang terlalu cerewet, bukan sebagai sosok terpenting yang berhasil meruntuhkan Orde Baru dan menjadi lokomotif reformasi. Saat itu, beliau punya kapasitas intelektual, keberanian, dan kemampuan berpolitik yang hebat. Kekurangannya hanya, beliau (dan partai beliau) tidak didukung oleh mayoritas akar rumput, sehingga gagal menjadi Rais yang Amien (presiden yang amanah).

Saya kok terpikir ya, ada sosok politisi saat ini, yang sangat mirip dengan Amien Rais saat itu, punya kapasitas intelektual, ketajaman politik, dan keberanian, tapi sampai saat ini belum diminati oleh mayoritas akar rumput, atau mungkin lebih tepatnya belum punya banyak modal untuk menghambur-hamburkan bansos agar akar rumput mau memilihnya.

(Muhammad Abduh Negara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. KARENA EMANG KEBODOHAN DIPELIHARA DI AKAR RUMPUT BUAT KOMODITAS 5 th nan.
    Dan yg bodoh mudah banget di sogok pake bansos/ di takut2 i

  2. 58% masyarakat IQnya di bawah 78 (1 level di atas idiot), apa yg mau diharapkan dr masyarakat spt ini? Mereka ini mayoritas hidupnya mirip keledai, seharian disuruh susah payah kerja keras smp habis tenaga, mengeluh dg nasibnya begini2 saja, tp saat dikasih makan & sembako lupa dg segala kesengsaraannya …

  3. “negri kenyang perut”.. perut kenyang.. dah bahagia dah.. cuma peduli badan sendiri.. narsis..

    test aja saat ummat kasi bantuan Palestine ato Iran.. mreka langsung treak2.. buat apa.. mending bantu bangsa sendiri..

    saat Indonesi dpt hadiah “bencana”.. negri2 asing masuk bawa bantuan.. mreka dpt bagian.. perut kenyang.. dah bahagia dah (ntah pura2 bodo ato asli emank bodo)..