



JEJAK DIGITAL postingan Hasan Nasbi di twitter (sekarang X).
Walau akunnya sudah DIHAPUS, tapi jejak digitalnya sudah banyak yang diamankan/disimpan netizen sebagai barbuk.
Dia memamg dulu paling benci banget sama Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019.
Sekarang diangkat jadi Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Presiden Prabowo Subianto melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi pada Senin (27/4/2026) pekan kemarin.
“Semua orang dulu menghina dg keji pada @prabowo sudah di maafkan selama mau jd penjilatnya, sepertinya yg gak bisa di maaf kan cuma nilai 11/100, padahal itu bukan hinaan tp gak bisa di maafkan,” komen netizen X akun @QshareinaIfada.







Kalo kritik kinerja dibilang menghina dan tak dimaafkan, tp menghina pribadi dibilang tidak mengapa dan dimaafkan asal mau menjilat, maka sesungguhnya orang itu mengindap gangguan jiwa dan tidak layak menjadi pemimpin … bahkan memimpin sebuah rumah tangga sekalipun … terbukti!
terbukti gagal ya?
af koe dapat apa, af? lanjut terus jilatnya yah…
nih komennya si af dan si Aris Wijayantolol ODGJ alias si Anonim BabRun pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing omon omon: ” Itulah hebatnya junjungan dan sesembahan ku si mbah Gemoy. Walaupun dia direndahkan serendah rendahnya, dihina sehina hinanya. Tapi junjungan ku ini hatinya mulia dengan memaafkan para penghina itu.”
Netizen cerdas: kau lah yg hina dan rendah itu yg sampai menyembah makhluk yg kerjaannya banyak menyusahkan rakyat‼️🤣😝😂😜
Orang Ngehina dia “biji satu” Dimaafin, dijadiin wapres
orang ngehina “ngewe”, dimaafin, dijadiin staf khusus
tapi dikasih nilai 11/100, Tantrum nya ga ilang- ilang 🤣🤣
ya mau gimana lagi,. mungkin sudah nasibnya Prabowo seperti itu . harus mendengar nasihat dari orang yg menghina dia,. mungkin sudah takdir,.sebagian menganggap Prabowo sial . harus nanggung malu sepanjang jabatan nya,. pendukungnya pun gak peduli,.tanya az si kera af,.dia setuju kok..😆😆
pantes kalo netijen sebut dia : si subiantolol
aneh bgt.. rakyat desak agar presiden bersih kan Genk solo lha malah di pake lagi..
peminpin kita mimim narasi minim berkarakter minin ide jd wajar 11/100 hehe
astagfirullah.. kapan kita punya pemimpin yg bener2 ideal yaaa
Ini orang dari dulu memang cebongers alias kalo sekarang boleh disebut sebagai termul Minang (asli orang Sumatera Barat) yang tidak punya partai tapi bisa dapat jabatan. Beda dengan Ade Armando (psi, orang keturunan Minang kelahiran Jakarta), Arteria Dahlan (PDIP), Fadli Zon dan Andre Rosiade (Gerindra) karena jadi orang tembus kader partai itu sulit dan tidak hanya butuh uang 💵 banyak tapi dukungan dari masyarakat, kalo bisa yang pintar dan mampu bekerja sesuai bidangnya.