๐ฎ๐ท๐จ๐ณMenteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan tiba di Beijing hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, untuk melakukan pembicaraan mendalam dengan pejabat tinggi Tiongkok mengenai hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional.
Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan signifikan akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Fokus utama dari dialog diplomatik ini meliputi:
- Penguatan Hubungan Bilateral: Melanjutkan koordinasi strategis di bawah program kerja sama komprehensif 25 tahun antara Iran dan Tiongkok.
- Keamanan Regional & Maritim: Membahas upaya de-eskalasi di Timur Tengah, termasuk jaminan keamanan navigasi di Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran menegaskan bahwa jalur air tersebut tetap aman bagi kapal komersial, namun tidak berlaku bagi negara-negara yang sedang berperang dengannya.
- Program Nuklir & Diplomasi: Tiongkok terus menyuarakan dukungan terhadap hak nuklir damai Iran dan mendorong kembalinya semua pihak ke meja perundingan politik untuk mencapai gencatan senjata.
- Mediasi & Koordinasi Sekutu: Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian tur diplomatik Araghchi, yang sebelumnya telah mengunjungi Rusia dan melakukan konsultasi dengan Oman serta Pakistan guna menggalang dukungan internasional bagi stabilitas kawasan.
Tiongkok, sebagai mitra dagang terbesar dan pembeli utama minyak Iran, berupaya menjaga keseimbangan diplomatik dengan memposisikan diri sebagai mediator perdamaian sambil mengecam penggunaan kekuatan militer dan sanksi sepihak.






