Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Donald Trump menyatakan Amerika Serikat (AS) memegang kendali penuh atas situasi.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan global, meski sejumlah analis menilai kepercayaan diri Washington belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dilansir dari Al Jazeera, akun resmi Gedung Putih di platform X mengunggah foto Trump memegang kartu Uno dengan tulisan, “Saya punya semua kartunya”. Unggahan ini dianggap sebagai simbol dominasi AS dalam konflik yang sedang berlangsung melawan Iran.
Iran Balas Sindiran AS
Respons Iran muncul tidak lama setelah unggahan tersebut viral. Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, membalas dengan foto juru bicara militernya yang hanya memegang empat kartu Uno, lebih sedikit dibandingkan lima kartu milik Trump.
Sindiran itu menekankan satu hal, dalam permainan Uno, pemain dengan kartu lebih banyak justru berada di posisi kalah.
Di sisi lain, Trump melalui platform Truth Social mengumumkan rencana operasi militer bernama Project Freedom.
Operasi ini bertujuan memandu kapal-kapal yang terjebak di sekitar Selat Hormuz agar dapat melintas dengan aman. Ia menyatakan AS siap mengawal kapal-kapal tersebut keluar dari jalur perairan yang dibatasi, sehingga aktivitas perdagangan global tetap berjalan.
Namun, Iran menegaskan posisi berbeda. Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.
IRGC bahkan merilis peta baru dengan batas wilayah yang diperluas ke arah timur, serta mewajibkan setiap kapal yang melintas untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran. Kapal yang dianggap melanggar aturan diperingatkan akan dihentikan secara paksa.








asik banget iran ngeledek trump